Mobilinanews (Solo) - Kabar gembira buat kamu yang sering wara-wiri antara Yogyakarta dan Solo. Pembangunan Tol Jogja–Solo kini memasuki fase percepatan dan ditargetkan bisa digunakan pada tahun 2026. Kehadiran tol ini diyakini bakal memangkas waktu perjalanan secara signifikan sekaligus membuka peluang baru bagi sektor ekonomi, pariwisata, hingga investasi di wilayah DIY dan Jawa Tengah.
Fokus pembangunan saat ini berada di Gerbang Tol Kalasan yang terletak di Sleman. Dari kejauhan, rangka baja gerbang sudah tampak menjulang megah. Dua crane besar bekerja tanpa henti mengangkat dan merakit potongan baja, mengubah area yang dulunya hanya tiang cor menjadi gerbang futuristik yang siap menyambut pengendara.
Tak jauh dari lokasi, sebuah plaza operasional juga tengah dibangun. Gedung ini nantinya akan menjadi pusat aktivitas bagi pegawai tol. Menariknya, posisinya sangat strategis karena berada dekat RS Pantirini, Bandara Adisutjipto, Candi Prambanan, hingga sejumlah rumah sakit besar lainnya.
Selain Gerbang Kalasan, titik lain yang mendapat perhatian adalah Simpang Susun Purwomartani. Infrastruktur ini akan menjadi jalur penghubung penting antara jalan nasional, jalur arteri, dan akses langsung ke tol. Dengan adanya simpang susun ini, arus kendaraan dari Yogyakarta menuju Solo (atau sebaliknya) akan lebih lancar tanpa harus melewati kemacetan panjang di jalan arteri biasa.
Kehadiran Tol Jogja–Solo bukan cuma soal memangkas jarak tempuh. Ada banyak dampak positif yang diperkirakan akan dirasakan masyarakat, antara lain:
Waktu perjalanan lebih singkat. Jogja–Solo yang biasanya ditempuh 1,5–2 jam lewat jalan biasa, diperkirakan bisa dipangkas hingga kurang dari 1 jam.
Akses wisata makin mudah. Lokasi-lokasi populer seperti Candi Prambanan, Keraton Surakarta, hingga kawasan Malioboro akan lebih cepat dijangkau.
Ekonomi daerah terdongkrak. Kawasan sekitar gerbang tol berpotensi tumbuh sebagai pusat bisnis baru, dari kuliner, hotel, hingga pusat oleh-oleh.
Investasi properti naik. Dengan konektivitas yang semakin baik, wilayah sekitar Sleman, Klaten, hingga Boyolali diprediksi akan dilirik investor.
Pembangunan Tol Jogja–Solo jelas jadi proyek yang ditunggu-tunggu. Selain memudahkan mobilitas harian, tol ini juga akan jadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di DIY dan Jawa Tengah. Jika target 2026 tercapai, masyarakat bisa menikmati perjalanan lebih cepat, nyaman, dan efisien antara dua kota budaya ini.