MotoGP 2025 San Marino: Yamaha M1 V4 Punya Pesona. Ujian Berikutnya di Negara Yang Cuacanya Panas

Sabtu, 13/09/2025 02:05 WIB | Rulin purba
Ujian perdana Yamaha M1 V4 di Misano, langsung menjanjikan. (Foto: GnG-therace)
Ujian perdana Yamaha M1 V4 di Misano, langsung menjanjikan. (Foto: GnG-therace)

mobilinanews (Italia) - Pakai jalur wild card, tester Yamaha Augusto Fernandez bawa mesin baru V4 dengan aura positif. Ia mengalahkan dua dari empat pembalap regular Yamaha.

Dua sesi latihan Jumat kemarin, mesin baru yang dgadang-gadang jadi masa depan Yamaha itu tampil mempesona dalam debutnya. Tak ada joki Yamaha yang masuk 10 Besar dan lolos otomatis ke sesi kualifikasi Q2.

Tapi, di antara yang gagal itu, Fernandez jadi pusat perhatian meski menempati peringkat ke-19 tercepat dari 23 pembalap yang mengaspal. Ia kalah 1,198 defik dari Marc Marquez (Ducati) yang tercepat. Top speed-nya 290 kpj, paling rendah dari semua pembalap. Kalah 8 kpj dengan Marquez dan kalah telak 11 kpj dengan Brad Binder (KTM) yang punya top speed 301 kpj.

Tentu saja Fernandez tak layak diadu dengan Ducati dan KTM. Terlebih lagi sesi ini baru penampilan perdana dan fokusnya adalah menguji aspek teknis V4 secara keseluruhan dan menghimpun data teknis sebanyak mungkin.

Yang layak diperbandingkan adalah para joki regular Yamaha di tim pabrikan maupun satelit Pramac Yamaha.

Hasilnya, Fernandez dan tentunya mesin baru V4 itu mengalahkan dua pembalap Yamaha yang masih mengusung mesin lama four inline.

Joki pabrikan Alex Rins berada di urutan 20 tercepat. Ia kalah 0,004 detik dari Fernandez. Sedangkan pembalap Pramac Yamaha Miguel Oliveira  berada di urutan 22 tercepat. Pembalap lain yang dikalahkan Fernandez yang balapan dengan fasilitas wild card adalah Ai Ogura (Trackhouse Aprilia) dan Somkiat Chantra (LCR Honda).

Hanya joki senior Fabio Quartararo (Yamaha) dan Jack Miller (Pramac Yamaha) yang mengalahkan catatan waktu Fernandez. Quartararo yang berada di urutan 12 unggul kisaran setengah detik sedangkan Miller hanya menang 0,178 detik atas Fernandez. 

Artinya, potensi V4 dalam debutnya sudah menjanjikan. Rins pun menyambutnya dengan antusias.

"Augusto sangat cepat. Itu luar biasa untuk motor yang tampil balapan untuk pertama kalinya," kata Rins yang kemarin sempat berharap Augusto mengalahkan pembalap Yamaha lainnya dan itu  kejadian untuk dirinya dan Oliveira.

Rins menambahkan, Fernandez dan V4-nya ianyakini bisa lebih kencang lagi. Ia menduga upaya Fernandez belum sampai limitnya, mungkin terlampau berhati-hati atau sedikit gugup dalam penampilan perdana itu.

Aksi Fernandez pada sesi kualifikasi dan sprint race Sabtu (13/9) pastinya masih bikin penasaran komunitas balap MotoGP. 

Di sisi lain, bukti keseriusan Yamaha mengembangkan mesin V4 tampak semakin antusias. Usai GP San Marino, telah disiapkan  satu lagi seri grand prix dimana Fernandez kembali masuk arena lewat wild card. Tadinya diperkirakan berlangsung di GP Jepang, akhir September nanti.

Tapi, bos Yamaha Massimo Meregalli menampik hal itu. Katanya, Yamaha ingin menguji V4 berikutnya di negara tropis, negara yang cuacanya panas ekstrem.

Sayangnya, yang dipilih bukan GP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang berlangsung seusai seri Jepang. Mereka memilih Sirkuit Sepang di Malaysia pada 24-26 Oktiber . Selain berharap  cuaca panas, lay out sirkuit Sepang lebuh memungkinkan menguji kinerja beberapa komponen dan setingan motor dengan 2 trek lurus dan varian tikungannya. (r)