F1 2025 Azerbaijan: Pesimis Mengalahkan Max Verstappen, Duo McLaren Bakal Sibuk Saling Sikut di Baris Tengah

Minggu, 21/09/2025 00:32 WIB | Rulin purba
Start dari baris tengah GP Azerbaijan,  duo McLaren tetap berpotensi kunci gelar juara konstruktor 2025. (Foto: f1)
Start dari baris tengah GP Azerbaijan, duo McLaren tetap berpotensi kunci gelar juara konstruktor 2025. (Foto: f1)

mobilinanews (Azerbaijan) - Enam kali sesi kualifikasi GP Azerbaijan kena red flag, bendera merah yang artinya lomba harus dihentikan. Tak lain karena enam kecelakaan parah yang terjadi. 

Itu dampak dari karakter sirkuit dalam kota Baku yang full speed di beberapa bagian plus sejumlah tikungan patah, kiri dan kanan.

Sedikit terlambat injak rem bisa berabe, mobil langsung mendarat di pagar sirkuit. Begitu pula jika ngerem terlalu keras, potensi melintir dan bagian belakang mobil pun langsung nubruk pembatas.

Dalam situasi itu muncullah pasangan pembalap front row yang di luar dugaan, yakni Max Verstappen (Red Bull) sebagai pole sitter dan Carlos Sainz (Williams). Verstappen sukses meraih pole perdananya di Baku meski dalam sesi latihan selalu lemah dibandingkan joki Ferrari dan McLaren.

Verstappen sendiri tak begitu happy dengan pole itu. Karena ia sadar itu dicapai tak lain karena nasib apes yang menghantam para joki McLaren dan Ferrari.

Yang juga mengejutkan adalah baris start kedua dan ketiga. Dihuni para pembalap yang bukan papan atas. Mereka adalah Liam Lawson (Racing Bulls), Kimi Antonelli (Mercedes), George Russell (Mercedes) dan Yuki Tsunoda.

Dua McLaren yang juga bersaing dalam perebutan gelar tahun ini,  Lando Norris dan Oscar Piastri, berada di posisi start 7 dan 9. Sementara duet Farrari Charles Leclerc dan Lewis Hamilton ada di posisi 10 dan 12.

Tapi, justru komposisi di papan tengah itu yang bikin balapan sesungguhnya pada Minggu (21/9) jadi sangat menarik. Buat Norris dan Piastri, misalnya, keduanya merasa berat mengejar Verstappen untuk fight jadi juara. Belum lagi resikonya karena kebaikan crash terbuka setiap saat di sirkuit Baku.

"Sangat sulit menyalip di trek ini. Tak realistis mengincar gelar juara. Saya hanya ingin meraih poin sebanyak-banyaknya dan coba akan menyalip beberapa pembalap di depan," kata Norris yang saat ini tertinggal 31 poin atas Piastri di klasemen kejuaraan dunia.

Artinya, Piastri adalah target yang harus ia kalahkan untuk mengurangi defisit poin.

Hal sama berlaku bagi Piastri. Yang paling utama untuk ia kejar dan kalahkan adalah Norris.

"Berat menuju posisi depan dari urutan 9, tapi kita lihat besok saja karena mobil saya kencang. Sayang, hanya karena terlambat injak rem semuanya menjadi buruk. Itu kesalahan saya dan tak akan terulang pada race," katanya.

Sangat.mungkin Piastri tak akan perlu waktu lama untuk menempel mobil Norris dengan sesegera mungkin menyalip Isack Hadjar (Racing Bulls) ysng start ke-8. Karena tak ada team order, fans bisa berharap duel wheel to wheel bisa terulang mereka sajikan. Dan, bisa jadi akan munculkan drama berbeda.

Duel sesama McLaren ini tak hanya jadi warna tersendiri untuk persaingan juara dunia pembalap. Tapi, juga penentuan untuk gelar juara dunia konstruktor tahun ini.

McLaren bisa mengunci gelar itu di Baku jika mengalahkan Ferrari dengan gap 9 poin saja.

Menarik menunggu apa yang diprioritaskan Norris dan Piastri. Tetap fight keras demi gelar pembalap? Atau prioritaskan kepentingan tim dengan bermain aman untuk aekadar memetik 9 angka dari Ferrari.