mobilinanews (Jepang) - Semangat Francesco Bagnaia benar-benar menyala jelang raceday GP Jepang pada Minggu (28/9) siang. Ia datang sebagai juara.
Modalnya sangat meyakinkan dengan apa yang diraih pada sesi Sabtu (27/9) tadi. Ia menggaet pole position di fase kualifikasi dengan rekor kecepatan baru untuk trek Motegi.
Fase berikutnya, Bagnaia main sempurna di balap pendek sprint race berdurasi 14 laps. Ia unggul sejak lepas start, finish pertama dengan mengasapi Marc Marquez lebih dari sedetik.
Dari mana Bagnaia dapatkan kecepatannya?
Seperti disinggung sebelumnya di media ini, Bagnaia melakoni tes resmi Misano lalu dengan positif. Dalam tes sehari itu ia intensif menggunakan beberapa jeroan Desmosedici GP24 ke motor tahun ini, Desmosedici GP25. Hasilnya secara keseluruhan bikin Bagnaia bangga.
Saat itu Ducati merahasiakan komponen GP24 apa saja yang diuji pembalap Italia yang jadi juara dunia 2022 dan 2023 itu.
Yang jelas, ia sangat fokus dalam seharian tes itu, antara lain dengan diskusi mendalam dengan legenda Ducati Casey Stoner. Dan, diskusi yang paling menentukan adalah bersama bos Ducati Corse Luigi Dall'Igna yang juga desainer dan pengembang serial Desmosedici di Ducati. Hanya saja, saat itu belum ada keyakinan apakah perubahan di Misano itu akan bekerja efektif di Motegi.
Usai Bagnaia menjuarai sprint race GP Jepang, Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi masih merahasiakan apa saja yang berubah pada motor besutan Bagnaia.
"Ada beberapa macam yang dimodifikasi. Hasilnya tampak hari ini, Pecco sudah kembali ke jalur juara, tempat dimana seharusnya ia berada," kata Tardozzi.
Dipetik dari beberapa media, ada bocoran kalau motor yang digunakan Bagnaia di Jepang adalah Desmosedici gado-gado atau campuran dari GP25 dan 24 yang di awal musim tahun ini juga sempat dinamakan GP24,5. Tiga komponen penting yang dipakai Bagnaia di Motegi adalah garpu depan, swing arm dan juga dugaan perangkat ride-height device atau alat bantu start model 2024.
Perangkat itu membantu Bagnaia di zona pengereman tikungan lambat, area yang sepanjang tahun ini membuatnya menderita. Ini yang membuatnya lebih cepat meski menggunakan kombinasi ban yang sama dengan Marquez.
Bagnaia pun merahasiakan part 2024 apa yang kini ia gunakan. Namun, ia mengakui tes Misano sangat menentukan apa yang ia capai sementara ini di Motegi. Tentu saja ia bahagia.
"Kemenangan selalu penting. Terlebih di sesi sprint di mana saya selalu kesulitan. Itu sangat istimewa. Kami tak pernah menyerah dan inilah hasilnya," kata Bagnaia yang sepanjang musim ini baru sekali menang di sprint race.
Meski begitu ia tak langsung jumawa menyongsong race utama besok. Ia tak mau pancang target juara. Masuk 5 Besar, katanya adalah tujuan paling realistis.
"Mari tunggu saja bagaimana balapan besok berlangsung. Kami tahu punya potensi. Saya hanya perlu melakoni start dengan bagus, mencermati situasi, berusaha fight meraih juara," tandas Bagnaia lewat rilis yang disebar Ducati. (r)