mobilinanews (AS) - Akhir Agustus lalu usai kalah di home race-nya GP Belanda, Max Verstappen dan para petinggi Red Bull Racing lempar handuk dan pasrah dalam perburuan gelar F1 2025. Kini berbalik usai GP AS yang berakhir Senin (20/10) subuh WIB.
Menang ganda di sesi sprint dan main race GP AS, Verstappen bukan hanya memangkas jarak tetapi berbalik mengancam dua joki McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris, yang selama ini kokoh di posisi 1-2 klasemen.
Luar biasa! Verstappen dengan paket RB21 meraih 3 kemenangan dan satu P2 dalam 4 race terakhir dari seri Monza di Italia sampai Austin di AS.
Tadinya defisit 104 poin dengan Piastri kini dipangkas tinggal 40 saja. Dan, kini ia hanya terpaut 14 poin dengan Norris.
Artinya, peluang driver Belanda itu kini semakin terbuka meraih gelar 2025 dengan sisa 5 seri grand prix plus 2 sesi sprint race yang dimulai dari GP Meksiko akhir pekan ini dan selanjutnya ke Brasil, Las Vegas, Qatar, dan final di GP Abu Dhabi. Dari lima seri ini masih tersedia 141 poin untuk diperebutkan para kandidat juara.
Unggul hampir 8 detik di garis finish membuktikan kombinasi RB21 dengan Verstappen di dalam kokpit kini sudah menemukan kembali kekuatannya. Pada saat yang sama, rivalitas internal di McLaren semakin tak kondusif dengan insiden beruntun Norris dan Piastri di Singapura dan sesi sprint GP AS.
Jika McLaren tetap dengan kebijakan no team order dan membiarkan kedua jokinya fight sekeras belakangan ini, bisa jadi itu akan lebih memudahkan Verstappen meraih gelar kali ke-5-nya.
Verstappen pun tak menutupi perubahwn jalan pikirannya kini berubah dari yang tadinya pasrah menjadi sangat bergairah.
"Ya, tentu saja, peluang ada di sana. Kami hanya perlu mencobanya. Saya benar-benar bergairah dan berjuang lakukan apa saja yang bisa dilakukan," tegas pemegang 4 gelar F1 itu lewat media resmi F1.
Gairah sama ditunjukkan Laurent Mekies yang baru dua bulan menggantikan Christian Horner sebagai prinsipil tim Red Bull Racing.
"Max sudah kembali pada level-nya. Selanjutnya hanya soal konsistensi hingga akhir musim. Kami semua siap ambil resiko," tegasnya.
Ya, menuju putaran berikutnya skuad Red Bull merasa tak punya beban berat dengan prinsip hanya soal menang atau kalah.
Yang tertekan pastinya justru McLaren. Sialnya, dalam situasi itu kini Ferrari dan Mercedes pun ikut jadi musuh mereka. Diperlihatkan oleh George Russell di Singapura dan dipertegas oleh penampilan keren duet Ferrari Charles Lecler dan Lewis Hamilton dengan aksi duel wheel to wheel di Austin. Keduanya finish P3 dan 4 di akhir balapan.
Khusus buat Hamilton, lima seri sisa adalah saat untuk memberi pembuktian. Ia mulai nge-klik dengan karakter SF23 dan tinggal tunggu waktu meraih podium pertamanya bersama The Prancing Horse. (r)