mobilinanews (Malaysia) - Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez (Ducati) sedang istirahat total. Mungkin juga sedang tidur untuk percepatan pemulihan cidera patah tulang belikatnya. Tapi, tinggal hitung jam, ia bakal cetak rekor fenomenal.
Ya, Marquez bersama adinda sayangnya, Alex Marquez (Gresini Ducati) berpotensi mencetak rekor langka di semua ajang balap dunia. Keduanya berpeluang menjadi pembalap bersaudara pertama yang menempati posisi juara dan runner-up kejuaraan dunia, yakni di kancah balap MotoGP. Kesempatannya besar dalam tiga seri sisa MotoGP 2025 di GP Malaysia pada 24-26 Oktober ini, GP Portugal dan terakhir di seri pamungkas GP Valencia di Spanyol.
Marquez sudah mengunci gelar juara dunia 2025 di GP Jepang silam. Sementara Alex menuju Sirkuit Sepang pada akhir pekan ini dengan posisi poin yang kuat di P2. Ia unggul 97 angka atas Marco Bezzecchi (Aprilia) yang baru saja naik ke peringkat 3 berkat sukses di GP Australia. Alex juga menjauh dengan 105 poin atas Francesco Bagnaia (Ducati) yang digusur Bezzecchi ke peringkat 4.
Meski finish P4 di Philip Island tapi Alex sempat fight di zona podium dan karena itu percaya diri bakal punya kecepatan di Sepang, trek berkarakter cepat yang ia sukai seperti Sirkuit Barcelona di Spanyol.
Ia berpotensi mengunci gelar runner-up di Sepang, tanpa harus tunggu seri Portugal dan apalagi Valencia. Dan, itu adalah tekad yang sudah ditancapkan Alex.
"Saya akan berjuang memastikan gelar runner-up di Sepang (sekaligus mencetak rekor keluarga tadi). Ini sangat penting dan sangat spesial," tegas Alex.
Meski punya target prestisius, ia mengaku sama sekali tak terbebani karena jika gagal di Malaysia maka masih ada kesempatan di dua seri terakhir. Namun, karena kans lumayan besar di Sepang maka ia ingin percepatan gelar itu sebagaimana sang kakak juga mengunci gelar juara di Jepang, saat seri lomba masih tersisa 5 putaran.
Ia juga tak perlu ngotot menjadi juara atau runner-up di Malaysia. Cukup finish podium P3 maka posisi runner-up miliknya tak akan terganggu meski Bezzecchi atau Bagnaia memborong 3 gelar juara di Malaysia, Portugal dan Valencia.
Dalam tiga seri terakhir ini hanya tersisa 111 poin untuk 6 race (sprint dan main race). Karena Alex sudah unggul 97 poin atas Bezzecchi maka ia hanya butuh setidaknya 15 poin tambahan di Sepang. Jumlah itu bisa diraih hanya dengan masing-masing finish di 4 Besar sprint dan main race. Atau cukup podium ketiga saat raceday Minggu (26/10) jika gagal dapat poin di sesi sprint race Sabtu (25/10).
"Saya punya marjin poin yang bagus. Saya ingin memastikan gelar runner-up di Sepang. Saya suka karakter sirkuitnya dan saya ingin menikmati balapan nanti," imbuhnya.
Dengan paparan di atas, maka hanya nasib sial semata yang bisa menghambat target Alex di Sepang. Jika bisa mencapai target maka saat itu ia dan saudaranya akan tercatat sebagai pemilik rekor fenomenal di MotoGP. Sebagai pasangan keluarga satu-satunya yang memimpin kejuaraan dunia di posisi 1 dan 2.
Kalau terwujud maka Marquez pun sangat bahagia di tengah masa rehabilitasinya. Dan, entah kapan rekor itu bisa disamai pembalap lain. (r)