mobilinanews (Jakarta) – Puncak Honda Culture Indonesia Vol.2 yang berlangsung di Cibis, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu hingga Minggu 15 dan 16 Novermber 2025 menjadi perayaan keragaman komunitas Honda.
37 komunitas yang menelurkan lebih dari 100 chapter dengan 50 ribu lebih member di seluruh Indonesia menyatu dalam kultur Indonesia sebagai identitasnya.
Honda Prospect Motor (HPM) sebagai anisiator dan komunitasnya berhasil melukis Indonesia secara holistik dalam kreativitas dan kesatuan dalam perjalanan 11 kota.
Kota-kota seperti Makassar, Palembang, Bandung, Surabaya hingga Jakarta menjadi bagian dalam ‘pesta’ anak Honda yang merayakan kecintaan mereka pada Indonesia melalui kreativitas yang mereka bubuhkan pada tunggangan Honda milik mereka.
Communication Strategy Sub-Division Head PT HPM, Yulian Karfili merekam itu dengan baik. Baginya kekuatan komunitas Honda ada pada pemiliknya sendiri yang melebur dalam komunitas yang penuh dengan ide kreatif.
“Faktanya adalah Honda itu punya komunitas yang terbesar di Indonesia. Setiap model itu punya komunitas lebih dari satu. Dan mereka itu bukan lahir dari brand tapi tumbuh dari lingkungannya sendiri,” kata Yulian di Cilandak, Sabtu (15/11/2025).
“Komunitas Honda itu, mobilnya tidak ada yang standar, karena ada modifikasi dan ada keistimewaan, dan kalau mau dirangkum dalam satu kata maka kami menganggap bahwa Honda itu mobil yang culture. Identitasnya adalah culture,” tambahnya.
Tiga Mobil Klasik dan Lorong Waktu
Lantai pesta Honda Culture Indonesia yang berisi banyak booth mejadikan acara akhir pekan itu ‘menyala’. Pandangan mata para pecinta otomotif banyak berhenti pada sosok mobil klasik dan ikonik.
Di barisan tenda yang di tarik berbanjar dengan panggung utama, beberapa deretan mobil klasik itu terselip di antara mobil-mobil modifikasi berbagai generasi.
Kamera pengunjung dan jurnalis dan pengunjung tertuju pada Honda TN-360 yang diproduk rentan1967-1977. Sebuah mobil small pickup ayng menggendong mesin 354 cc, tenaga ±30 PS. Logo Honda yang disematkan padanya juga menjadi perhatian karena sangat classy.
Sosok berikutnya adalah Honda S800 yang dilansir antara tahun 1966 ke 1970. Penerus S500 dan S600 yang menandai puncak performa lini S-series klasik Honda di era 1960-an.
Mobil ini punya mesin 791 cc, 4-silinder yang mampu meraih 10.000 rpm, dengan tenaga ±70 hp, top speed 160 km/jam. Ia dikenal karena ketahanan mesin dan handling presisi
Honda S800 merupakan salah satu mobil klasik paling dicari kolektor Honda di dunia dan di Indonesia, komunitas Honda memilikinya sebagai warisan yang berharga.
Selanjutnya, ada Honda S500. Mobil yang dilahirkan antara tahun 1963-1964. Sebuah karya yang menjadi cikal bakal mobil sport Honda. Dikenal karena teknologi mesin yang sangat maju pada masanya.
Sosok ini merupakan Sportscar pertama Honda, menggendong mesin 531 cc, 4-silinder DOHC, dengan tenaga ±44 hp @ 8.000 rpm. Ia menjadi inspirasi DNA sport Honda di dekade berikutnya.
Petinggi Honda Prospect Motor (HPM) semringah merayakan pesta komunitas Honda dalam puncak acara Honda Culture Indonesia Vol.2 di Cibis, Cilandak, Jakarta Selatan
Merawat Warisan
Yulian Karfili mengakui bahwa komunitas Honda di Imdonesia tak hanya besar dari sisi kuantitas, tapi juga punya kualitas dari sisi sense of heritage. Memelihara dan merawat mobil-mobil yang langka untuk ditampilkan pada momen yang tepat. Dan Honda Culture Indonesia adalah tempatnya.
“Komunitas Honda punya kekhasan dan identitas yang kuat. Dalam acara ini, mereka yang mendisplay mobil-mobil di tenda. Mereka punya mobil-mobil klasik yang mereka rawat dan pelihara untuk acara seperti ini. Kadang- kadang mobil-mobil itu tidak keluar sama sekali. Jadi hanya diihat, dilap, dan mereka menantikan acara seperti ini, untuk menampilkannya,” ujarnya.
Indra (25), salah satu pengunjung acara Honda Culture Indonesia juga merasa beruntung mengunjungi acara komunitas Honda itu. Banyak yang bisa menjadi referensi untuknya, baik itu modifikasi atau menambah pengetahuan soal brand Honda.
“Saya punya Jazz dan itu saya pakai sampai sekarang. Saya merasa Jazz itu keren, tapi di sini ada banyak mobil yang tidak pernah saya lihat. Itu ada tiga atau empat mobil klasik Honda yang saya bisa saya lihat hanya di sini. Saya beruntung ke sini,” paparnya semringah.
Keseruan Honda Culture Indonesia dengan sekelumit cerita di balik soliditas komunitasnya di 10 kota, yang sampai puncaknya di Cibis, Cilandak, Jakarta Selatan, bukan sekedar cerita kongkow bareng pecinta Honda.
Acara ini tidak dibuat brand Honda, tapi tumbuh secara natural dari pemilik Honda, sehingga membawa penikmatnya menjelajahi waktu lampau, sekaligus menaruh mimpi untuk sebuah masa depan dengan nama yang sama.
Pesan itu juga mungkin sama persin yang ditangkap komunitas fotografi Hayomoto sepanjang rangkaian HCI Vol.2 Roadshow. Mereka menangkap lebih dari 200 foto terbaik.
Dan pesan itu menampilkan bagaimana Honda berkembang bukan hanya sebagai produsen mobil, tetapi juga sebagai bagian dari budaya, komunitas, dan cerita personal para penggunanya yang melintasi perbedaan generasi.