mobililinanews (Qatar) - Setelah terpuruk dalam 7 race terakhir dengan akibat kini kalah 24 poin dari Norris dari tadinya unggul 34 dan kini punya poin sama dengan Verstappen dari yang tadinya unggul 104 poin, Piastri seperti bangkit di Qatar.
Pembalap asal Australia itu sukses tercepat di sesi latihan, sukses juga meraih predikat pole sitter pada sesi kualifikasi sprint race.
Ia akan start terdepan pada balapan pendek berdurasi 19 laps itu pada Sabtu (29/11) mslam ini. George Russell (Mercedes) mendampinginya di front row. Sedangkan Norris dan Verstappen berlaga dari posisi start 3 dan 6.
Piastri mengaku sangat bahagia kembali ke posisi terdepan.
"Hari ini sangat baik. Ini perubahan yang menyenangkan. Segalanya berjalan lancar sejak awal. Terima kasih kepada tim, mobil yang mereka siapkan sangat bagus," ucap Piastri setibanya di parc ferme.
Saat ini Norris memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia F1 2025 dengan keunggulan 24 poin atas Piastri dan Verstappen yang memiliki jumlah poin sama, 366.
Dengan komposisi start itu, Piastriy punya peluang memperkecil jarak dengan Norris meski tak bisa berharap mencuri banyak poin. Pasalnya hanya 8 pembalap terdepan yang dapat poin di sprint race. Itu pun hanya 8 poin untuk juara, dan masing-masing berbeda 1 poin di peringkat bawahnya. Misalnya Russell mampu menahan Norris tetap di P3, jika juara maka hanya 2 poin yang bisa dipetik Piastri dari Norris.
Ia tak mempermasalahkan hal itu karena yang terpenting adalah ia sudah menemukan kembali tempat di mana ia seharusnya berada.
"Saat ini saya senang dengan hasilnya. Tentu saja ada beberapa hal yang harus diperbaiki, tetapi senang bisa mengatakannya saat Anda memulai dari posisi pole."
" Saya menantikan balapan sesungguhnya. Tentu saja ini hanya pole untuk sprint dan untuk perjuangkan beberapa poin. Tetapi saya akan mengambil apa pun yang bisa saya dapatkan," tegas Piastri yang tadinya unggul 24 poin atas Norris kini berbalik kalah 24 angka, dsri yang tadinya unggul 104 angka atas Verstappen kini balik memiliki jumlah poin yang sama.
Di pihak lain, Norris kembali membantah kalau ia bermain aman dengan tidak ambil resiko fight keras karena keunggulan 24 poin terbilang signifikan karena serial balap musim ini hanya sisa dua race di Qatar dan Abu Dhabi.
"Saya justru tak ingin ambil resiko dengan cara tersebut. Saya ingin fight menjadi pemenang dan itu yang akan saya lakukan semaksimal mungkin," tandasnya.
Rivalitas kedua rekan setim di McLaren itu makin membetot perhatian karena Team Principal McLaren Andrea Stella kembali menegaskan tak ada team order di Qatar. Norris dan Piastri dipersilakan untuk saling mengalahkan.
Stella paham rivalitas keduanya bisa kacau kalau masing-masing punya ego sendiri di saat balapan. Ia berharap itu tak terjadi karena kedua pembalapnya paham betul bahwa ada kepentingan tim yang juga harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
Namun, kalau akhirnya itu terjadi, sang pemimpin siap terima karena itulah bentuk komitmen dan secara konsisten diterapkan McLaren sepanjang sejarahnya di F1. (r)