F1 2025 Abu Dhabi: Hadang Max Verstappen, McLaren Buka Opsi Team Order Tergantung Situasi

Selasa, 02/12/2025 22:39 WIB | Rulin purba
Lando.Norris dan Oscar Piastri, tetap fight atau ada yang harus mengalah. (Foro: racingnews)
Lando.Norris dan Oscar Piastri, tetap fight atau ada yang harus mengalah. (Foro: racingnews)

mobilinanews (Abu Dhabi) - McLaren masih pegang prinsip tanpa team order menuju final kompetisi F1 2025 pekan ini di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Padahal, Max Verstappen dalam posisi mengancam.

Team Principal McLaren Andrea Stella maupun CEO Zak Brown tetap memperlakukan sama Lando Norris dan Oscar Piastri. Tak ada yang harus mengalah meski menuju GP Abu Dhabi kini Norris unggul 16 poin atas Piastri. Artinya, kalaupun Piastri nanti juara di Abu Dhabi, Norris yang jadi juara dunia asalkan finish di 5 Besar.

Peluang Piastri tipis. Tapi, para bos McLaren tetap memberinya kesempatan fight, sampai pada titik dimana salah satu mereka tak lagi mungkin jadi juara dunia berdasarkan  hitungan poin.

"Kami ingin bersikap adil kepada pembalap kami. Kami ingin balapan dengan integritas dan kami ingin balapan dengan cara yang tidak mengejutkan para pembalap kami. Jadi, jelang Abu Dhabi, akan ada pembicaraan lebih lanjut dengan Lando dan Oscar. Kami akan mengonfirmasi pendekatan balapan kami. Namun, yang bisa saya katakan adalah: Jika ada pembalap yang berada dalam kondisi mengejar gelar juara, maka kami akan menghormatinya, dan tidak akan ada keputusan yang mengecualikan pembalap lain ketika pembalap tersebut pun berada dalam kondisi untuk juara," kata Stella kepada racingnews365.

Soal team order memang tengah banyak disorot usai Verstappen membuka lagi peluangnya jadi juara setelah menang beruntun di GP Las Vegas dan Qatar. Pembalap Red Bull itu kalah 12 poin dengan Norris tapi unggul 4 angka atas Piastri.

Norris akan menjadi juara dunia jika finish 3 Beaar atau podium di Abu Dhabi, siapa pun juaranya. Sebaliknya PIastri harus juara dan saat sama Norris gagal masuk 5 Besar Baru bisa jadi juara dunia.

Verstappen pun begitu. Ia harus juara dan saat sama Norris gagal ke podium baru bisa menjadi juara dunia.

Karena itu sebenarnya McLaren tak butuh banget kebijakan team order untuk mendahulukan Norris. Posisi Norris terbilang kuat jika balapan berjalan normal.

Meski begitu Stella mengakui pihaknya dan pembalap akan membicarakan kemungkinan untuk melaksanakan team order itu pada situasi tertentu. Bergantung pada fakta terbaru.

"Kami akan membicarakannya. Jika harus melakukannya maka kami tak ingin membuat pembalap terkejut."

Mencermati perburuan gelar saat ini yang melibatkan tiga pembalap, sepertinya memang belum saatnya McLaren berikan team order. Masih ada beberapa petunjuk di depannyang bisa digunakan sebagai dasar perlu tidaknya mendahulukan Norris atau tidak.

Di Abu Dhabi tak ada sesi sprint seperti di Qatar. Hanya ada 3 sesi latihan dan kualifikasi sebekum raceday. 

Jadi, cukup banyak data yang busa didapat dan diolah McLaren untuk menakar peluang kedua pembalapnya dan daya saing dengan Verstappen. 

Akan lebih efektif untuk mengambil.keputusan seusai kualifikasi. Saat posisi start pembalap sudah diketahui.  Tentu saja fokusnya adalah potensi yang dimiliki Verstappen dan cara mengatasinya. Dan, bisa juga strategi team order itu diterapkan saat balapan jika memang diperlukan.

Situasi yang paling penting untuk membantu Norris saat balapan adalah ketika Verstappen tak tertandingi di depan maka Piastri harus mengalah jika misalnya harus menyerahkan posisi podiumnya kepada Norris. Itu, misalnya!  (r)