mobilinanews (Abu Dhabi) - Drama dan kerasnya kompetisi F1 2025 sejak Maret silam mencapai klimaks pada GP Abu Dhabi akhir pekan ini. Sayang, pada titik krusial itu, Oscar Piastri (McLaren) harus kehilangan satu sesi penting.
Sayang sekali karena dari 3 pembalap yang masih berebut gelar hingga partai final ini Piastri masuk pada status paling rawan. Ia tertinggal 16 poin dari Lando Norris (McLaren) dan 4 poin dari Max Verstappen (Red Bull Racing).
Peluangnya masih ada. Tapi, tipis, bahkan sangat tipis karena harus juara dan berharap Norris gagal finish di grup 5 Besar. Kalaupun misalnya Norris gagal tembus 5 Besar, Piastri pun masih harus mengalahkan Verstappen minimal 5 poin untuk jadi juara dunia.
Di tengah situasi kritis itu, Piastri justru harus kehilangan sesi latihan penting, FP1, pada hari pembukaan GP Abu Dhabi, Jumat (5/12) ini.
Pada bagian itu ia harus menyerahkan MCL39 besutannya kepada pembalap binaan McLaren Pato O'Ward, jagoan muda McLaren di IndyCar yang selama ini juga jadi test and development driver McLaren.
Ia tak boleh menolak.
Regulasi mengharuskan setiap pembalap regular mengalokasikan dua sesi latihan kepada pembalap yunior atau ruki. Piastri sudah beri yang pertama saat GP Italia lalu sementara Norris dan Verstappen sudah tuntaskan kewajiban.
Jatah kedua di Abu Dhabi pastinya dipilih karena tidak terpikir kalau event ini adalah bskal penentuan gelar juara 2025. Tapi, nasi sudah jadi bubur, Piastri harus serahkan MCL39 andalannya kepada O'Ward.
Ada tiga sesi latihan sebelum kualifikasi dan raceday. Norris dan Verstappen tentu saja punya kesempatan lebih banyak untuk mrnguji dan membangun setingan terbaik. Dan, kini Pisatri hanya bisa berharap kehilangan sesi penting itu tak akan terlalu buruk mempengaruhi persiapannya. (r)