F1 2025 Abu Dhabi: Ribut Soal Skenario Team Order Untuk Hadang Max Verstappen. Ini Kata Lando Norris dan Oscar Piastri

Jum'at, 05/12/2025 05:52 WIB | Rulin purba
Trio petarung terakhir di laga final F1 2025 pekan ini. Fans di Jakarta dan sekitarnya, silakan nobar di Joglo Beer Kemang. (Foto: ist)
Trio petarung terakhir di laga final F1 2025 pekan ini. Fans di Jakarta dan sekitarnya, silakan nobar di Joglo Beer Kemang. (Foto: ist)

mobilinanews  (Uni Emirat Arab) - Jika raceday GP Abu Dhabi pekan ini berjalan normal, sesungguhnya Lando Norris (McLaren) paling berpeluang meraih gelar juara dunia F1 2025. Sayangnya 2 race terakhir berjalan tidak normal.

Norris unggul 12 angka dari Max Verstappen (Red Bull Racing) dan 16 angka dari  Oscar Piastri, rekan setimnya di McLaren. Komposisi ini membuat Norris tak harus menjadi juara di Abu Dhabi. Jika Verstappen yang juara, ia hanya buruh finish 3 Besar alias podium. Jika Piastri yang juara, lebih mudah lagi, cukup finish di 6 Besar.

Itu kalau balapan berlangsung normal.  Tapi, race beruntun di Las Vegas dan Qatar mengajarkan semua hal bisa terjadi di F1. Kedua McLaren didiskualifikasi FIA di Vegas, dan kecerobohan strategi membuat kedua pengemudi MCL39 itu kalah dari RB1 yang membuat kans Verstapprn yang tadinya di ujung tanduk berubah jadi ancaman.

Dalam situasi itu muncul pro dan kontra perlunya McLaren menerapkan strategi team order guna menghambat Verstappen meraih gelar kelima F1. Pro dan kontra melibatkan media, pengamat dan fans F1. Sementara petinggi McLaren macam CEO Zak Brown dan prinsipil tim Andrea Stella masih ngotot dengan kebijakan Papaya Rules yang mengharamkan team order sepanjang kedua pembalapnya masih berpeluang meraih gelar.

"Saya lebih baik menyumbangkan gelar kepada Verstappen dibandingkan harus menyakiti salah satu pembalap kami," tegas Brown dan diamini Stella.

Tapi, jelang Abu Dhabi, ada kesan McLaren akan terbuka melakukan team order jika memang situasi mengharuskan kebijakan itu satu-satunya yang harus diambil untuk mengamankan gelar.

Situasi yang bagaimana?

Yang paling rawan adalah situasi ketika Verstappen berpeluang menjadi juara, Piastri P2 dan saat itu Norris berada di P4 terlepas pembalap tim manapun di P3.

Jika begitu maka Piastri harus korbankan P2 miliknya agar Norris naik ke podium dan juara dunia. Kalaupun niat kejar Verstappen berebut P1 tetap saja tak ada peluang Piastri juara dunia jika Norris finish 5 Besar. Jika Piastri menolak, maka Verstappen yang juara dunia. Tapi, apa mungkin Piastri mengorbankan kepentingan tim?

Di luar skenario itu tampaknya McLaren tak akan perlu perintahkan team order. Apalagi jika laju Norris konsisten dan tidak terancam di zona podium.

Dan, McLaren sudah akan menghitung dan memperhitungkan segala sesuatunya seusai sesi kualifikasi. Sudah terlihat kekuatan,  posisi start dan potensi masing-masing.

"Jika ada potensi untuk team order, terlebih dulu akan kami bicarakan dengan pembalap kami. Kami harus dengarkan pendapat mereka," kata Stella.

Lantas apa.kata pembalapnya, Norris dan Piastri?

Dalam sesi jumpa pers Kamis (4/12) di Abu Dhabi, Norris menyebut belum ada bahasan soal itu dan tidak akan bertanya atau meminta team order. Tapi, ia akan 'senang' jika ada perintah itu.

"Saya tidak akan mempersoalkannya. Itu bukan pertanyaan yang adil. Itu terserah Oscar, apakah diizinkan. Dan, itu bukan tanggung jawab saya," kata Norris.

"Sejujurnya itu belum dibahas tim. Sama saja jika sebaliknya, apakah saya bersedia atau tidak? Secara pribadi, saya rasa saya akan bersedia karena saya merasa selalu seperti itu dan memang begitulah saya."

"Tapi itu bukan sepenuhnya tanggung jawab saya. Kalau memang begitu akhirnya dan Max menang, ya sudahlah. Selamat untuknya, nantikan tahun depan, itu tidak mengubah apa pun, itu tidak mengubah hidup saya. Berarti ia yang pantas mendapatkannya, bukan kami," jelas Norris yangbyangbtasinya adalah sahabat karib dan sehari-hari bermain dengan Verstappen.

Sedangkan Piastri terkesan lebih santai.

 "Saya belum punya jawaban sampai saya tahu persis apa yang diharapkan dari saya," tandasnya.

Ya, sulit buat McLaren untuk memprioritaskan salah satu pembalapnya untuk juara dunia. Meski peluang tipis tapi tetap ada.

Yang bijak adalah membiarkan Piastri fight berebut P1 melawan Verstappen. Saat sama juga membiarkan Norris fight masuk zona podium. Entah melawan anak-anak Mercedes, Ferrari, Williams atau siapa pun. Agar partai final ini benar-benar klimaks dan dinikmati fans F1 di seluruh bumi.

Strategi tim order itu sendiri halal di F1, acap dilakukan. Rubens Barrichello pernah mengalah di Ferrari untuk kepentingan Michael Schumacher meraih gelar. Begitupun Valtteri Bottas kepada Lewis Hamilton di Meecedes, juga Sergio Perez dengan Verstappen di Red Bull. (r)