Mobilinanews (Jakarta) - Ajang balap Formula 4 yang akan memulai debutnya di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika pada tahun 2026 mendatang membawa standar teknis terbaru melalui penggunaan mobil balap Ligier JS F422.
Sebagai kendaraan generasi kedua (Gen2) yang telah mendapatkan homologasi resmi dari FIA, mobil ini dirancang dengan fokus utama pada keseimbangan antara performa tinggi dan keamanan maksimal bagi para pembalap muda.
Keunggulan utama mobil ini terletak pada struktur sasisnya yang menggunakan monokok komposit karbon sesuai dengan spesifikasi FIA F4 tahun 2022. Dimana, seluruh bodi kendaraan terbuat dari serat karbon ringan yang telah dioptimalkan secara aerodinamis.
Tak hanya itu, Ligier JS F422 juga dilengkapi dengan sayap depan dan belakang yang dapat disesuaikan untuk mengatur tingkat gaya tekan ke bawah (downforce) sesuai dengan karakteristik lintasan Mandalika yang teknis.


Dari sisi dimensi, mobil ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 4.879 mm dengan lebar 1.733 mm dan jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 2.856 mm, yang menjamin stabilitas saat dipacu pada kecepatan tinggi.
Di balik kap mesinnya, Ligier JS F422 dipersenjatai dengan mesin balap yang mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 180 HP yang disalurkan melalui transmisi sekuensial 6-percepatan dari Sadev dengan sistem paddle-shift pada kemudi.
Untuk menghentikan laju kendaraan dengan presisi, sistem pengereman menggunakan kaliper monoblok empat piston dan rotor performa tinggi, yang didukung oleh kotak pedal yang posisinya dapat disesuaikan serta pengaturan bias rem yang bisa diatur pengemudi.
Aspek keselamatan tentu menjadi prioritas. Mobil ini dilengkapi dengan perangkat keselamatan Halo, struktur benturan di nose box dan bagian belakang, serta panel samping anti-intrusi berbahan karbon atau Zylon yang terintegrasi langsung ke dalam monokok.


Selain itu, terdapat sistem pemadam api terintegrasi, sabuk pengaman enam titik standar FIA, sandaran kepala yang kompatibel dengan perangkat HANS, serta lampu belakang sentral dan lampu pada pelat ujung sayap belakang untuk meningkatkan visibilitas.
Tak kalah menarik, sistem suspensi menggunakan model double wishbone dengan pushrod yang ketinggian berkendaranya dapat diatur, serta peredam kejut dua arah yang memastikan traksi maksimal di setiap tikungan.
Seluruh data performa kendaraan dipantau langsung melalui sistem telemetri terintegrasi dengan kemudi yang memiliki layar LED untuk menampilkan informasi vital kendaraan serta kamera SmartyCam yang terhubung dengan data navigasi dan sistem CAN.
Dengan berat minimal kendaraan sekitar 510 kilogram, Ligier JS F422 siap menjadi sarana pembinaan talenta balap Indonesia menuju kancah internasional, khususnya bagi atlet yang bermimpi untuk terjun di kelas tertinggi single-seater yakni, Formula 1 (F1).