mobilinanews (Norwegia) - FIA-World Rally Championship geger karena kepergian tak terduga Kalle Raikkonen yang memilih balapan di single seater pada 2026. Tapi, penggantinya, Oliver Solberg bukanlah sembarang ruki.
Rovanpera dan Solberg punya backgroubd yang sama. Sama-sama putra legenda WRC. Rovanpera putra legenda Finlandia Hari Rovanpera sementara Solberg adalah putra Petter Solberg ( legenda Norwegia yang juara dunia WRC 2003).
Solberg menjadi buah bibir di WRC setelah dipromosikan ke tim utama Toyota setelah sukses menjadi juara dunia WRC2 2025 dengan besutan Yaris GR Rally2.
Dengan reputasi juara WRC2 dan kemenangan spektakular di atas Yaris GR Rally1 di Estonia lalu, Solberg tak bisa diabaikan untuk ikut bersaing dalam perebutan gelar WRC 2026.
Lawan pertamanya tentu saja pereli yang bernaung di tim sama, Toyota Gazoo Racing. Terutama para aeniornya, Elfyn Esvans dan joki veteran Sebastian Ogier yang baru saja meraih gelar ke-9 di WRC. Dua lawan satu tim lainnya adalah Takamoto Katsuta dan Sami Pajari (juara WRC2 2024).
Solberg sendiri tak ingin mengabaikan peluangnya turut berebut gelar tahun ini. Terlebih karena kemenangan di Estonia di atas mobil Rally1 untuk pertama kalinya.
"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Seperti sering saya katakan, semuanya mungkin. Apakah saya bisa berjuang untuk kejuaraan, saya tidak tahu, tetapi saya akan tetap melakukan yang terbaik, seperti yang saya lakukan [pada tahun 2025]," kata driver berusia 24 tahun itu kepada media DirtFish.
Meski masih jadi perally part time, hanya ikut beberapa seri lomba, Ogier tetap diperhitungkan dalam perburuan gelar tahun ini. Ia meraih gelar 2025 meski tidak berlaga di 3 seri dsri 14 kalender WRC. Dan, Solberg belajar dari perally Prancis itu.
“Ogier adalah Ogier, ia berhasil menang meskipun absen di tiga seri. Jadi, jika Anda memiliki musim yang konsisten dan bagus dengan beberapa hasil yang baik, dan sangat baik, saya pikir semuanya mungkin.”
Co-driver Elliott Edmondson juga optimis.
"Oliver selalu mengucapkan segalanya mungkin. Dan itu benar! Anda harus optimis dalam olahraga ini,” katanya.
“Itu adalah pola pikir penting yang harus dimiliki, yaitu selalu optimis, selalu menginginkan lebih, selalu mencari hasil terbaik, apa pun itu."
Kemenangan di Estonia benar-benar melahirkan kepercayaan diri tinggi laaangan ini. Ketika menang di Estonia maka kemenangan berikutnya di atas mobil Rally1 juga bisa berlanjut.
“Tentu saja kami akan realistis. Kami tidak dapat mengharapkan hal itu terjadi di mana-mana. Kami hanya perlu mengelola ekspektasi kami dengan sangat baik.
“Tetapi kami pasti akan bekerja dengan kemampuan terbaik kami untuk mencoba dan mendapatkan hasil terbaik yang mungkin kami bisa.Tidak ada alasan mengapa itu tidak bisa terjadi lagi dan kami akan melakukan yang terbaik," tandasnya.
Debut Solberg sebagai perally regular Toyota di WRC dimulai pada Rally Monte Carlo pada 22-25 Januari. Ogier punya rekor menang terbanyak di trek pegunungan Alpen itu. Sejauh apa kemampuan Solberg mengganggu sang senior? (r)