WRC 2026: Menanti Debut Sang Legenda, Lancia Matangkan Persiapan Tempur Bersama Duo Pereli Berbakat

Sabtu, 10/01/2026 15:30 WIB | bagas
Nikolay Gryazin dan Yohan Rossel Jadi Joki Lancia di WRC2 (Foto: WRC)
Nikolay Gryazin dan Yohan Rossel Jadi Joki Lancia di WRC2 (Foto: WRC)

Mobilinanews (Jakarta) - Dunia reli internasional tengah bersiap menyambut kembalinya sang raksasa yang telah lama tidur. Lancia, pabrikan dengan sejarah paling gemilang di WRC kini mulai membuka babak baru melalui Lancia Ypsilon Rally2 HF Integrale.

Meski mengandalkan warisan sejarah yang begitu kuat, jajaran tim yang memimpin proyek ini menegaskan bahwa fokus utama mereka bukan sekadar bernostalgia, melainkan bekerja keras demi kejayaan di masa depan.

Proses pengujian intensif telah dimulai sejak akhir tahun lalu sebagai persiapan matang menghadapi musim 2026. Dimana, Lancia mempercayakan kemudi kepada dua pereli berbakat, Nikolay Gryazin dan Yohan Rossel.

Keduanya diberi mandat khusus untuk mengasah performa mobil sebelum debut kompetitifnya di kategori WRC2. Bagi Gryazin, kilometer pertama di balik kemudi Ypsilon bukan sekadar pengujian teknis, melainkan sebuah pengalaman emosional yang mendalam.

Ia mengaku sangat percaya diri dengan potensi mobil tersebut dan merasa sangat antusias, bahkan berseloroh bahwa dirinya sulit memejamkan mata karena tidak sabar menantikan aksi perdana di Monte Carlo.

"Rasanya cukup menarik. Sekarang kami akan mulai bekerja dengan mobil ini untuk membuatnya menjadi semakin baik,” ungkap Nikolay Gryazin mengutip siaran resmi WRC, Sabtu (10/1/2026).

“Saya merasa percaya diri dan juga sangat bersemangat menghadapi musim ini. Saya memiliki beberapa hari jadwal pengujian sekarang, dan sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana saya bisa tidur nyenyak sampai (reli) Monte Carlo tiba,” tambahnya.

Hubungan Gryazin dengan Lancia melampaui sekadar urusan profesional. Meski ia lahir di generasi yang tidak merasakan langsung era dominasi Lancia, pereli ini memiliki kedekatan personal yang kuat melalui sang ayah yang pernah berkompetisi dengan Lancia Delta.

Sentimen serupa dirasakan oleh Yohan Rossel, yang akan didampingi oleh navigator Arnaud Dunand. Rossel mengakui bahwa pengetahuannya tentang kejayaan Lancia di masa lalu sebagian besar berasal dari rekaman video karena usianya yang masih muda. 

Namun, ia merasakan atmosfer luar biasa sejak pengumuman kembalinya merek ini. Setelah sebelumnya membela Citroen, beralih ke Lancia baginya adalah kehormatan besar mengingat statusnya sebagai salah satu merek terbesar dalam sejarah WRC.

"Sejujurnya, karena saya masih cukup muda, sulit bagi saya untuk benar-benar mengingat (kiprah Lancia di WRC sebelumnya) secara langsung, kecuali melalui video. Namun setelah pengumuman tersebut, muncul atmosfer yang luar biasa,” ungkap Rossel.

“Dulu saya membalap untuk Citroen, dan sekarang saya bersama Lancia. Bagi saya, ini adalah salah satu merek terbesar dalam sejarah WRC, dan saya benar-benar sangat bahagia bisa bersama Lancia tahun ini,” pungkasnya.

Meskipun kesan awal terhadap Ypsilon Rally2 di lintasan tanah dan aspal tergolong positif, Rossel tetap bersikap realistis. Tantangan besar sudah menanti di depan mata, yakni Rallye Monte-Carlo yang terkenal dengan kondisi ekstrim.

Mengingat Monte Carlo sering kali menyuguhkan lintasan bersalju dan es yang licin, Rossel menekankan bahwa sangat sulit untuk memprediksi posisi kompetitif tim hanya berdasarkan hasil uji coba musim dingin.

“Ini adalah pengujian pertama saya di lintasan aspal (Tarmac). Saya juga sudah mencoba mobil ini di lintasan tanah (gravel), tapi filosofinya benar-benar berbeda,” ujarnya pada sesi pemanasan bulan lalu.

“Untuk saat ini, kami sangat menikmati mobilnya, namun saat pengujian selalu sulit untuk mengetahui secara pasti di mana posisi (keunggulan) kita, terutama di Monte Carlo, dengan kondisi salju dan es,” ungkap Rossel.

Sementara itu, navigator Dunand menyoroti besarnya tugas yang dihadapi tim saat mereka bersiap untuk penampilan kompetitif perdana dengan mobil yang benar-benar baru di salah satu ajang paling menuntut dalam kejuaraan ini.

`Monte Carlo selalu menjadi reli yang menjebak, apalagi ini balapan pertama di awal tahun. Dengan mobil yang benar-benar baru, tantangannya bahkan lebih besar, tetapi kami bekerja sama dengan baik dengan tim dan semuanya terasa positif,” terangnya.

Arnaud Dunand menambahkan, selama tiga hari pengujian di berbagai lokasi, tim telah mencoba seluruh opsi ban, mulai dari ban berpaku hingga kompon super lunak, guna mengumpulkan data sebanyak mungkin.

Dengan begitu, saat ini, para insinyur tengah bekerja keras menganalisis data tersebut untuk memastikan bahwa kembalinya sang legenda ke lintasan balap tidak hanya menjadi tontonan sejarah, tetapi juga ancaman nyata bagi para pesaingnya di musim 2026.