mobilinanews (Inggris) - Sepanjang paroh kedua musim 2025 masa depan Max Verstappen jadi topik panas di blantika F1. Pergi ke Mercedes dengan rekor bayaran tertinggi atau tinggal di Red Bull (RBR) yang tengah dibelit masalah?
Sejak awal musim 2025 ia tak kompetitif dibandingkan joki McLaren. Baru 5 bulan kompetisi sudah tertinggal 104 poin di klasemen sementara.
Saat sama internal tim RBR juga tidak kondusif dengan pemecatan Team Principal Christian Horner plus kepergian beberapa figur penting yang salah satunya adalah desainer kpndang Adrian Newey.
Yang juga bikin spekulasi kepergian Verstappen adalah keputusan RBR meninggalkan Honda sebagai pemasok mesin dan memilih program membangun industri mesin sendiri dengan dukungan teknis dari pabrikan Ford. Itu sebuah perjudian besar buat RBR dan sama sekali tak ada tanda-tanda mereka akan kompetitif melawan merek yang sudah konsisten sebagai pemasok mesin F1 seperti Honda (tahun ini bersama Aston Martin), Mercedes dan Ferrari.
Dalam semua ketidakpastian itu Verstappen lantas mengambil keputusan loyal pada RBR meski kecewa dengan kepergian Newey dan Honda yang sudah membantunya meraih 4 gelar juara dunia F1.
Itu keputusan yang juga perjudian buat Verstappen meski ia sadar resikonya adalah performa yang bisa membuatnya jatuh terjerembab dadi zona papan atas kompetisi.
Ini menarik karena ucapan tersebut datang dari pengganti Horner sebagai prinsipil tim RBR, yakni Laurent Mekies.
Bicara pada acara Autosport Business Exchange yang dikutip racingnews, Mekies menyebut resiko yang diambil pembalap berusia 28 tahun itu bisa jadi bumerang.
"Anda tahu, salah satu dari sekian banyak hal luar biasa tentang Max adalah ia tidak duduk di luar proyek. Ia mengamati apa yang kami lakukan dan menilai apa yang kami lerjakan. Ia berada di dalam proyek" kata Mekies,
"Ia mengambil risiko bersama kami; ia menyadari risiko yang ia ambil, dan ia menyadari bahwa ketika Anda mengambil risiko maka Anda bisa jatuh bersamanya."
Mekies yang mantan prinsipil tim Racing Bulls itu meneruskan.
"Ia menyadari skala tantangannya; ia hidup dan bernapas dalam dunia motorsport lebih dari kebanyakan dari kita. Ia adalah motorsport itu sendiri." (r)