WRC 2026 Monte Carlo: Alarm Bahaya bagi Hyundai, Misi Balas Dendam Disiapkan untuk Rally Sweden

Senin, 26/01/2026 15:36 WIB | bagas
Adrien Fourmaux - Hyundai Motorsport (Foto: Red Bull)
Adrien Fourmaux - Hyundai Motorsport (Foto: Red Bull)

Mobilinanews (Monaco) - Pegunungan Alpen Prancis memberikan sambutan yang dingin dan kejam bagi Hyundai Shell Mobis World Rally Team pada seri pembuka musim FIA World Rally Championship (WRC) 2026.

Untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, pabrikan asal Korea Selatan ini gagal mengamankan tempat di podium Rallye Monte-Carlo. Posisi keempat menjadi capaian tertingginya yang diraih oleh Adrien Fourmaux.

Akhir pekan yang melelahkan tersebut diwarnai oleh drama teknis, kesalahan pengemudi, dan kondisi lintasan yang tidak terduga, membuat tim harus puas melihat rival mereka berpesta di tangga juara.

Ya seperti yang disebutkan sebelumnya, Adrien Fourmaux bersama navigatornya, Alexadre Coria muncul sebagai penyelamat muka tim dengan finis di posisi keempat secara keseluruhan. Namun, perjalanannya menuju posisi tersebut jauh dari kata mulus.

Drama Fourmaux dimulai sejak Kamis malam saat mobilnya tergelincir ke parit di tengah kabut tebal. Masalah berlanjut pada Jumat sore dengan gangguan elektrikal, disusul insiden lintasan pada hari Sabtu.

Meski sempat kehilangan banyak waktu, ia menunjukkan kegigihan luar biasa di "Super Sunday" dengan mengamankan posisi kedua dan mengantongi poin penting, meski tetap sedikit kecewa usai gagal melampaui Sebastien Ogier di Power Stage yang selisih 0,8 detik.

"Mengingat posisi kami pada hari Jumat dengan segala masalah teknis dan kehilangan waktu berjam-jam, bisa finis di posisi keempat secara keseluruhan, posisi kedua pada Super Sunday, dan posisi keempat di Power Stage adalah hal yang luar biasa,” jelasnya.

“Satu-satunya hal yang saya sesali hanyalah selisih 0,8 detik dari Seb [Ogier] di Power Stage. Hasil ini mungkin bukan yang kami harapkan, tetapi saya tetap percaya diri bahwa kami bisa bersaing di sisa musim ini,” tutur Fourmaux, Senin (26/1/2026).

Nasib lebih tragis menimpa rekan setimnya, Thierry Neuville yang harus puas finis di urutan kelima dengan selisih waktu lebih dari 10 menit dari sang pemenang. Neuville tampak kesulitan menjinakkan mobilnya sendiri sepanjang akhir pekan.

Puncaknya terjadi pada Sabtu malam saat ia terperosok keluar jalur, yang membuatnya kehilangan waktu 3 menit serta kebocoran ban pada Minggu yang hanya 60 meter setelah memulai tahapan SS15, memaksanya berhenti untuk melakukan penggantian ban.

Neuville yang didampingi oleh navigatornya Martijn Wydaeghe mengakui secara jujur bahwa ia merasa seperti "penumpang" daripada pengemudi karena kurangnya kepercayaan diri pada performa ban di kondisi jalan yang tidak menentu.

Sementara itu, kembalinya nama legendaris Hayden Paddon ke kategori utama WRC bersama Hyundai setelah absen sejak 2018 memberikan warna tersendiri. Fokus utama Paddon dan navigatornya, John Kennard, hanyalah mencapai garis finis.

Meski sempat kehilangan 6 menit akibat terjebak di tikungan licin pada hari Sabtu, mereka berhasil menyelesaikan misi tersebut dengan finis di urutan ke-11. Kehadiran Paddon menjadi simbol ketahanan tim di tengah badai masalah yang menerjang sejak hari pertama.

Direktur Olahraga Hyundai, Andrew Wheatley, mengakui bahwa timnya terkejut dengan kondisi Monte-Carlo tahun ini. Meski persiapan telah dilakukan dengan matang, evolusi cuaca dan lintasan menjadi kelemahan utama paket kendaraan mereka saat ini.

"Kami telah melakukan persiapan yang sangat matang untuk Reli Monte-Carlo, tetapi bukan untuk kondisi Monte-Carlo yang seperti ini. Kondisinya cukup tidak biasa, dan ketidakkonsistenan lintasan saat ini tidak menguntungkan tim kami,” ucapnya.

“Kami telah melakukan beberapa perubahan sepanjang akhir pekan untuk mencoba meningkatkan performa mobil selangkah demi selangkah, dan menurut saya hari Minggu kemarin menunjukkan bahwa kami telah mengambil langkah maju yang positif,” tambahnya.

Meski demikian, Wheatley melihat secercah harapan dari peningkatan performa pada hari Minggu sebagai modal berharga untuk seri berikutnya, dimana tim akan mengalihkan fokus penuh menuju seri kedua WRC 2026 pada Rally Sweden.

“Kami akan membawa energi positif tersebut dan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk Swedia, sehingga kami bisa berangkat ke sana dan kembali bertarung dengan tiga mobil untuk memperebutkan podium,” tegas Wheatley.

Kini, beban berat ada di pundak para mekanik dan insinyur di markas Alzenau untuk membedah data dari seri pembuka Rally Monte-Carlo sebelum mereka bertolak menuju lintasan salju di Swedia.

Ya, kegagalan di Monte-Carlo bukanlah akhir dari segalanya, melainkan alarm peringatan dini bagi tim asal Korea Selatan tersebut bahwa persaingan musim 2026 akan jauh lebih sengit dari yang diperkirakan.

Bagi Hyundai, Rally Sweden bukan sekadar seri kedua, melainkan panggung pembuktian apakah mereka mampu bangkit dari keterpurukan atau justru semakin tertinggal, terutama dari para pereli Toyota Gazoo Racing.

Satu hal yang pasti, ambisi untuk kembali naik ke podium tertinggi tetap membara, dan para penggemar WRC tentu menantikan aksi balas dendam yang manis dari trio Fourmaux, Neuville, dan Paddon di atas dinginnya lintasan Skandinavia bulan depan.