F1 2026: Debut Penuh Drama Audi di Tes Barcelona, Mesin R26 Sempat `Mogok` di Tangan Bortoleto

Selasa, 27/01/2026 10:06 WIB | bagas
Audi R26 - Audi Revoult F1 Team (Foto: Audi)
Audi R26 - Audi Revoult F1 Team (Foto: Audi)

Mobilinanews (Spanyol) - Era baru Audi di kancah Formula 1 (F1) 2026 resmi dimulai di sirkuit Catalunya, namun perjalanan perdana pabrikan asal Jerman ini tidak sepenuhnya mulus. 

Dalam sesi shakedown hari pertama di Barcelona, tim yang kini bertransformasi sepenuhnya dari Kick Sauber tersebut harus menyudahi sesi lebih awal akibat masalah teknis yang terdeteksi pada mobil R26 mereka.

Pembalap muda, Gabriel Bortoleto, merasakan sensasi campur aduk setelah turun ke lintasan. Pembalap asal Brasil tersebut sempat menikmati putaran yang produktif pada sesi pagi, di mana ia mulai merasakan karakter mesin dan regulasi baru yang diusung Audi. 

Namun, optimisme tersebut sedikit terhambat ketika tim mendeteksi adanya malfungsi yang memaksa mobil harus berhenti lebih cepat dari jadwal semula. Bagi Bortoleto, lebih baik menemukan titik lemah kendaraan sekarang daripada saat balapan sesungguhnya dimulai.

Ia mencatat bahwa meski putarannya terbatas, data yang dikumpulkan sangat krusial, terutama dalam memahami integrasi power unit perdana buatan Audi yang sedang dalam tahap pengembangan intensif.

"Kami bekerja dengan cukup baik di pagi hari, berhasil melahap beberapa putaran, dan menguji beberapa hal. Namun, adalah sebuah shakedown, apa pun bisa terjadi, dan kami memang mengantisipasi adanya masalah di sana-sini pada mobil,” tuturnya.

“Kami menemukan beberapa kendala yang sayangnya membuat kami harus berhenti. Tapi hal-hal seperti ini sudah diperkirakan, kami mencari semua masalahnya sekarang agar tidak menemukannya lagi di tes berikutnya atau di balapan pertama tahun ini,” jelas Bortoleto.

Di sisi lain, Jonathan Wheatley selaku Team Principal, justru terlihat tetap bersemangat meski menghadapi kendala mekanis. Baginya, melihat mobil dengan logo empat cincin melaju di lintasan adalah momen yang monumental.

Wheatley menggambarkan suasana di paddock sebagai transformasi total; mulai dari infrastruktur garasi, peralatan pit stop, hingga truk tim, semuanya kini memancarkan identitas Audi Revolut Formula 1 Team.

Mengenai insiden berhentinya mobil di tengah lintasan, Wheatley menjelaskan bahwa keputusan itu diambil murni sebagai langkah pencegahan. Tim memilih untuk mematikan mesin segera setelah sensor mendeteksi malfungsi demi menghindari kerusakan lebih.

"Pertama-tama, rasanya luar biasa bisa berada di sini mengenakan logo empat cincin Audi, menjadi bagian dari Audi Revolut Formula 1 Team, bukan lagi sekadar proyek yang selama ini kita bicarakan atau tim masa depan,” paparnya.

“Kami mengalami masalah teknis pada mobil, kami mendeteksinya, lalu memutuskan untuk mematikan mesin saat di lintasan. Kami punya banyak jadwal pengujian tahun ini dan kami ingin benar-benar memahami masalah tersebut,” ungkap Wheatley.

Saat ini, para teknisi di Barcelona sedang melakukan analisis mendalam terhadap komponen mobil agar siap kembali mengaspal jika kondisi cuaca di Spanyol memungkinkan. Strategi penggunaan sisa hari tes kini menjadi teka-teki besar bagi Audi.

“Kami sedang menyiapkan mobil agar kembali siap, dan kami akan memantau kondisi cuaca besok untuk melihat apakah besok adalah hari yang tepat bagi kami untuk turun ke lintasan,” pungkasnya mengutip siaran F1, Selasa (27/1/2026).

Kendati demikian, dengan regulasi yang hanya mengizinkan tim turun selama tiga hari dari total lima hari jendela shakedown, faktor cuaca dan ketersediaan suku cadang menjadi variabel penentu. 

Wheatley, menyatakan bahwa setiap tim saat ini sedang bermain "kucing-kucingan" terkait strategi uji coba mereka, dan Audi siap mengambil langkah paling taktis untuk memastikan debut mereka di musim ini tetap berada di jalur yang benar.

“Menurut saya ini menarik karena jika bicara soal rencana turun ke lintasan, semua tim menghadapi keputusan yang sama. Pertama, apakah Anda memiliki suku cadang yang tepat untuk mendukung operasional, lalu bagaimana kondisi cuacanya,” ucapnya.

“Saya sudah berbincang dengan kepala tim lainnya, tidak ada yang mau membocorkan rahasia mereka. Saya pun begitu! Tapi sangat menarik melihat strategi yang ada tentang kapan waktu yang tepat bagi Anda untuk melaju setiap harinya,” tutup Wheatley.