mobilinanews (Spanyol) - Duet pembalap Ferrari Lewis Hamilton dan Charles Leclerc meninggalkan shakedown test Barcelona dengan lapang dada. Tumbuh optimisme di atas mobil baru SF26.
Untuk sementara mereka sudah puas dengan kenyamanan di kokpit dan bisa menggeber mobil sesuai driving style. Tinggal menambah jam terbang.
Untuk sementara pula, SF26 sudah punya basis yang klop dengan perubahan regulasi F1 soal mesin, sasis, aerodinamika dan sebagainya.
Kesimpulan sementara itu tampak dari catatan waktu di Sirkuit Barcelona, Spanyol. Hamilton cetak waktu tercepat, diikuti George Russell (Mercedes), Lando Norris (McLaren) dan Leclerc.
Juga tampak dari reliability SF26 yang bisa diajak bermain panjang tanpa kendala. Lecerc, misalnya, dalam tiga sesi uji coba berhasil melahap lintasan dengan total lap 235. Sedangkan Hamilton melaju sebanyak 205 lap.
Beda dengan Team Principal Fred Vasseur. Ia tak ingin terlena dengan hasil sementara itu. Tes lanjutan di Sirkuit Sakhir, Bahrain, sudah menunggu pada 11-13 Februari. Ia senang karena timnya bisa menghimpun banyak data di Bsrcelona untuk diolah dalam pengembangan lanjutan SF24.
Vasseur yang menurunkan SF26 Spek A di Barcelona dan akan menurunkan Spek B di Bahrain. Tsk lain karena tantangannya sangat kontras. Suhu panas di Bahrain akan menguji daya tahan mesin SF26 apakah bisa setangguh di Spanyol.
"Intinya kami masih punya banyak pekerjaan besar di depan," tegasnya.
Sialnya, ada pula pekerjaan besar yang harus diselesaikan Vasseur pada waktu yang sama. Tak lain adalah menjaga keharmonisan dan relasi Hamilton dengan Leclerc. Pasalnya, media Italia menghembuskan dugaan kalau SF26 dibangun lebih banyak berdasarkan masukan Hamilton.
Penampilan buruk tahun lalu tanpa sekalipun podium di sesi grand prix, membuat Hamilton ngotot untuk mempertahankan ide-idenya dalam pengembangan mobil. Dan, tentu saja sesuai dengan gaya balapnya.
Hamilton sendiri menyebut SF26 sudah mengembalikan sebagian dari gaya balapnya yang tahun lalu tak bisa ia terapkan di SF25. Gaya balap yang ia maksud salah satunya dalah handle mobil di zona pengereman dan di dalam tikungan. Tentu saja itu sangat membantunya mencetak lap tercepat.
Munculnya isu ini jelas tak sehat buat Ferrari. Kedekatan Vasseur dengan Hamilton sejak keduanya satu tim kancah F2 membuat isu pengembangan berdasarkan masukan Hamilton itu mudah diterima dan Vasseur harus bisa membuktikan itu adalah pandangan yang tidak benar. (r)