mobilinanews (Bahrain) - Meski baru ajang tes, tapi 2 hari tes pra musim di Bahrain sudah menyajikan rivalitas awal antara 4 tim elit F1.
Setelah Max Verstappen (Red Bull Ford) dan Lando Norris (McLaren Mercedes) tercepat pada sesi sebekumnya, giliran Ferrari yang sementara tercepat di hari kedua lewat Charles Leclerc. Ia torehkan the best lap sepanjang tes ini dengan torehan waktu 1 menit 34,273 detik. Mengalahkan Norris dengan gap 0,511 detik.
Disebut sementara karena Leclerc mencatat waktu itu pada Kamis (12/2) pagi waktu lokal atau petang WIB. Masih ada sesi sore yang berlangsung malam ini dan sangat mungkin catatan waktu semakin tajam, entah nantinya oleh tim mana.
Di Bahrain duel segi tiga Red Bull, McLaren dan Ferrari memang tampak nyata untuk perburuan waktu tercepat. Tapi, tim Mercedes lewat George Russell tak pernah terlalu jauh dari mereka. Pada hari ini, misalnya, Russell berada di P3 tercepat di bawah Leclerc dan Norris.
Hanya saja, dibandingkan tes sebelumnya di Barcelona, Spanyol, kecepatan Mercedes W17 tampaknya berkurang atau sengaja dikurangi. Pertanyaan ini mulai diapungkan karena isu rasio kompresi mesin yang tengah panas menghantam Mercedes.
Seperti berita sebelumnya, tiga tim (Ferrari, Audi dan Honda) berkoalisi untuk mengadukan Mercedes ke FIA. Mereka menduga Mercedes mengakali rasio kompresi mesin yang sesuai regulasi adalah 16,1. Pada saat mesin statis, mesin Mercedes memang berada di batas tersebut. Namun saat mesin panas saat digeber di lintasan, rasionya naik ke 18,1 dan itu menguntungkan Mercedes dengan tambahan waktu sekitar 0,3 sampai 0,4 detik.
Apakah karena isu itu masih panas di paddock F1 sehingga Mercedes sengaja 'menyembunyikan' kekuatan sebenarnya? Bisa jadi ya, bisa jadi tidak.
Bisa jadi juga karena memang bermasalah karena pada sesi pagi hari ini Kimi Antonelli hanya bisa melaju dengan mobilnya tak lebih dari 3 laps.
Yang pasti, menyimpan kekuatan sesungguhnya saat tes bukanlah hal.baru di F1. Mercedes saat digawangi Lewis Hsmilton (2013-2024) pun beberapa kali melakukan hal itu.
Yang juga jelas, FIA tengah pusing atas kasus itu. Sejauh ini belum ada jawaban resmi atas laporan Ferrari, Audi dan Honda. Tapi, FIA menerangkan kalau pihaknya akan mengawasi Mercedes lebih cermat.
Badan pengatur balap mobil dunia itu pun akan segera melakukan evaluasi dan berharap kasus kompresi itu selesai sebelum race perdana 2026 dibuka pada GP Australia pada 8 Maret mendatang.
Harapan itu diapungkan Direktur Teknik FIA Nikolas Tombazis. FIA, katanya, tak ingin kasus ini berlanjut pada saat kompetisi sudah berjalan.
"Untuk memastikan kejuaraan ini dimenangkan oleh insinyur dan pembalap dengan skill terbaik. Bukan menang adu persepsi dan argumentasi di meja sidang," tandasnya. (r)