Mobilinanews (Spanyol) - Dunia balap MotoGP kembali diguncang rumor panas. Belum genap dua musim berseragam Aprilia, masa depan sang juara dunia bertahan, Jorge Martin, kini menjadi teka-teki besar.
Di tengah performa yang terhambat cedera dan kabar kepindahannya ke Yamaha pada 2027, tim yang membesarkan namanya, Pramac Racing, secara terbuka menyatakan siap membentangkan karpet merah untuk kepulangannya.
Hubungan The Martinator (julukan Jorge Martin) dan Pramac bukanlah sekadar hubungan profesional biasa. Selama empat musim bersinergi, Martin bertransformasi dari talenta mentah menjadi pemangsa di lintasan balap.

Puncaknya terjadi pada MotoGP 2024. Martin mencetak sejarah emas sebagai pembalap tim satelit pertama yang berhasil meruntuhkan dominasi tim pabrikan dan mengalahkan Francesco Bagnaia dalam perebutan takhta juara dunia.
Kepindahan Martin ke Aprilia tahun lalu awalnya digadang-gadang sebagai babak baru kejayaannya. Namun, kenyataan berkata lain. Badai Cedera dan masalah fisik yang berkepanjangan membuat Martin sulit mengeluarkan potensi maksimal motor RS-GP.
Oleh sebab itulah, muncul spekulasi kuat bahwa Martin tengah menjajaki kembali komunikasi serius dengan tim Pramac untuk musim 2027 mendatang dengan power unit Yamaha, bukan lagi Ducati.
Bos Pramac, Gino Borsoi, tidak malu-malu mengungkapkan kerinduannya bekerja sama dengan pembalap asal Spanyol tersebut. Borsoi bahkan sudah membayangkan duet impian yang bisa mengguncang grid MotoGP.

"Toprak (Razgatlıoglu) dengan (Jorge) Martin akan menjadi sebuah tim yang hebat, seperti halnya Toprak dengan Jack Miller musim ini," ujar Borsoi optimis, melansir dari Motosan, Kamis (19/2/2026).
Borsoi menekankan bahwa kenyamanan mental adalah kunci bagi seorang atlet. Ia memahami bahwa meski Aprilia memberikan fasilitas terbaik, ikatan emosional di Pramac adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli.
"Karier seorang pembalap itu pendek. Sangat penting bagi mereka untuk berada di tempat di mana mereka merasa nyaman. Saya tidak bilang dia tidak nyaman di Aprilia, tapi jika dia ingin kembali, kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka," tegas Borsoi.