MotoGP 2026 Thailand: Tim VR46 Unjuk Gigi, Diggia Tembus Top 3, Morbidelli Apes Terjebak Drama Hujan

Jum'at, 27/02/2026 22:49 WIB | bagas
Fabio Di Giannantonio (Foto: VR46)
Fabio Di Giannantonio (Foto: VR46)

Mobilinanews (Buriram) - Di bawah sorot lampu dan awan mendung yang menyelimuti Buriram, tim Pertamina Enduro VR46 Racing langsung menunjukkan taringnya pada sesi latihan dalam seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Thailand.

Memulai kampanye tahun ini dengan penuh percaya diri, Fabio Di Giannantonio membuktikan bahwa performa impresifnya selama tes pramusim di Malaysia dan Thailand bukanlah kebetulan semata.

Diggia tampil konsisten sejak sesi FP1 dengan menduduki peringkat kedua. Memasuki sesi Practice yang krusial di sore hari,ia sempat mendominasi puncak papan waktu sebelum akhirnya mengunci posisi ketiga dengan catatan waktu terbaik 1:29.010.

Hasil ini sekaligus memberikannya tiket emas untuk langsung melenggang ke babak kualifikasi kedua (Q2) tanpa harus melalui drama Q1. Di Giannantonio mengaku sangat puas dengan sinkronisasi antara ide-ide teknis tim dan realita di lintasan.

Meski berada di barisan depan, pembalap Italia ini tetap membumi dan menegaskan bahwa ini barulah awal dari perjalanan panjang musim 2026. Fokus utamanya saat ini adalah menjaga feeling dengan motor demi mendapatkan posisi start terbaik pada Sabtu besok.

“Ini jelas merupakan awal musim yang luar biasa. Namun, ini barulah awal dari perjuangan musim ini. Sekarang masih hari Jumat dan kami harus tetap fokus,” ucap rider bernomor #49 tersebut dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Kami mampu mencatatkan putaran yang hebat hari ini, tapi itu masih belum cukup, dan kami akan mencoba untuk berkembang lebih jauh lagi besok. Lami hanya ingin terus bekerja seperti ini dan menjaga feeling yang bagus dengan motor ini,” tambahnya.

Nasib berbeda dialami oleh rekan setimnya, Franco Morbidelli. Pembalap berdarah Italia-Brasil ini sebenarnya menunjukkan kecepatan yang menjanjikan sejak pagi hari dengan menempati posisi kedelapan di FP1.

Namun, strategi time attack Morbidelli di sore hari terhambat oleh kondisi alam. Mengantisipasi awan yang kian gelap, Morbidelli memutuskan untuk keluar lebih awal, namun justru terjebak dalam kondisi trek yang paling tidak menguntungkan.

Kendati sempat memacu motornya di lintasan yang setengah basah menggunakan ban belakang kompon medium, Morbidelli berhasil menajamkan waktunya menjadi 1:29.624. Sayangnya, perjuangan itu belum cukup untuk membawanya ke Q2 secara langsung.

Morbidelli terlempar ke posisi ke-13, hanya terpaut selisih tipis 0,052 detik dari zona aman. Kegagalan ini memaksa Morbidelli untuk berjuang ekstra keras melewati babak kualifikasi pertama (Q1) pada hari Sabtu.

“Kami cukup kurang beruntung saat melakukan time attack: kami memutuskan untuk melakukannya lebih awal karena cuaca mulai mendung. Namun, tepat saat kami keluar ke lintasan, kondisinya justru menjadi yang terburuk,” tuturnya.

“Saya gagal masuk Q2 hanya karena selisih 0,053 detik, kami hanya kurang beruntung saja. Namun, feeling dan kecepatannya sangat bagus, jadi secara keseluruhan saya senang dan kami punya potensi untuk masuk ke Q2. Itulah target kami besok,” pungkasnya.

Kendati demikian, tim asuhan Valentino Rossi ini kini menatap hari Sabtu dengan ambisi besar yakni mengonversi kecepatan hari Jumat menjadi barisan depan di grid start dan mengamankan poin perdana di musim 2026.