MotoGP 2026 Thailand: Membalas Marco Bezzecchi, Marc Marquez Paham Apa Yang Harus Ia Lakukan

Sabtu, 28/02/2026 02:23 WIB | Rulin purba
Cidera bahu masih berdampak saat Marc Marquez berada di zona tikungan ke kanan. (Foto: mcnews)
Cidera bahu masih berdampak saat Marc Marquez berada di zona tikungan ke kanan. (Foto: mcnews)

mobilinanews (Thailand) - Tercepat di dua sesi awal plus catatkan rekor kecepatan di Sirkuit Buriram, Thailand, taknpelak lagi Marco Bezzecchi (Aprilia) menjadi favorit untuk kualifikasi maupun race.

Juara dunia bertahan Marc Marquez (Ducati) pun menyebut untuk saat ini Bezzecchi memang jadi favorit. Belum tahu besok atau lusa jelang raceday.

Tapi, Bezzecchi menyanggah sebutan itu. Rider Italia ini justru menyebut Marquez yang paling favorit. Bukan karena posisinya sebagai pembalap kedua tercepat di bawah Bezzecchi. Tapi, karena Bezzecchi yakin Marquez belum mengeluarkan kecepatan sesungguhnya.

"Saya yakin pada sesi Sabtu dan Minggu ia akan sangat cepat," ucap Bezzecchi. 

Sepertinya ucapan Bezzecchi ada benarnya jika dikaitkan dengan wawancara panjang Marquez dengan media resmi MotoGP.

Seperti sebelumnya ditulis media ini, ia datang ke Thailand dengan kondisi fisik belum fit 100% akibat cidera bahu saat kecelakaan di GP Indonesia 4 bulan lalu.

Bekas operasi kedua pada Desember lalu masih menyisakan dampak kala ia melakukan pengeremen keras di zona tikungan. Juga menguras fisik saat bahu dan lengan kanannya harus menahan beban motor saat belok dan berada di dalam tikungan kanan. Karena itu ia  memilih aero kit 2024 pada motornya agar tidak terlalu menderita karena lebih mudah dan rdingan handling-nya. Saat sama ia juga  harus mengubah gaya balapnya.

"Hari ini saya tidak mampu mengikuti Bezzecchi. Tapi, itu masalahnya ada pada saya sendiri. Bukan pada motor karena motor kami sangat baik," katanya.

Selain itu, situasi pada sesi Practice mendatangkan masalah tersendiri. Juga karena salahnya yang terlambat bereaksi dan mengubah strategi saat muncul ancaman hujan yang tampak akan turun.

Karena hujan tak jadi turun maka ia merasa beruntung bisa langsung lolos ke Q2 di sesi Practice.

Marquez finis di posisi kedua sesi tersebut tetapi berada di luar 10 Besar selama sebagian besar paruh pertama karena ia lebih fokus menyesuaikan set-up balapnya dengan ban bekas.

Menjelang pertengahan sesi, awan mulai berkumpul di atas sirkuit dan hujan deras tampaknya akan segera turun. Beberapa pembalap langsung mengubah strategi untuk mencoba melakukan putaran terceoat sebelum hujan tiba, meskipun pada akhirnya hujan tidak turun, setidaknya tidak dengan intensitas yang cukup untuk mengurangi daya cengkeram ban secara signifikan. Itu dibuktikan Bezzecchi yang mencetak rekor lap baru di akhir sesi latihan kedua. 

Ia dan Ducati sedikit terlambat dalam perubahan strategi karena ancaman cuaca memburuk itu.

“Tim sudah mengirimkan pesan kepada saya, tetapi sudah terlambat karena saya sudah berada di titik pengereman tikungan 12."

“Kemudian saya melihat bahwa saya berada di luar 10 Besar,  dan saya harus melakukan serangan waktu sesegera mungkin. Saya beruntung karena hanya beberapa tetes hujan yang turun. Tidak seperti di Moto2 yang hujan deras," imbuhnya.

Marquez baru dapat sedikit tenang sebelum serangan waktu terakhirnya karena ia sudah naik jauh ke dalam 10 Besar. Jika hujan sempat turun dipastikan ia otomatis gagal ke kualifikasi Q2. 

“Ketika melihat saya sudah berada di posisi ke-5, saya tenang dan kemudian kami mampu melakukan serangan terakhir dengan baik.”

"Memang benar bahwa saat ini saya perlu terus bekerja keras karena Marco Bezzecchi selangkah lebih maju dari semua orang.”

Marquez mengatakan bahwa dirinya sendirilah yang perlu meningkatkan kemampuan dirinya untuk melawan Bezzecchi dan Aprilia. Bukan pada motornya. 

"Saya perlu meningkatkan diri,” kata Marquez.

“Saya perlu terus bekerja keras untuk memperbaiki gaya berkendara saya."

“Saya masih belum berkendara dengan ‘otomatis’ (normal), jadi mari kita lihat apakah besok (Sabtu, 28/2) saya bisa meningkatkan performa. Tapi saat ini, Aprilia dan Marco terlihat sangat cepat."

Ya, pada sesi Jumat memang jelas Bezzecchi yang terbaik. Tapi, pada sesi Sabtu dan Minggu belum tentu. Marquez sama sekali tak bisa diabaikan. Ia tahu kekurangannya pada sesi Jumat dan tahu apa yang harus ia lakukan pada sesi Sabtu, yakni meningkatkan performa dirinya sendiri, bukan lagi pada motor karena Desmo GP26-nya sudah siap tarung.

Apakah Bezzecchi siap melawan ketika Marquez sudah merasa nyaman dengan kondisi fisiknya? (r)