mobilinanews (Thailand) - Saat menepi akibat ban belakang kempes jelang akhir GP Thailand di Buriram, terlihat pelek ban itu robek sekitar 5 cm. Itu yang menyebabkan Marquez harus keluar gelanggang. Masalahnya, mengapa pelek itu bisa robek?
Kegagalan Marquez sekaligus menggagalkan Ducati finish 3 Besar atau podium. Artinya, tren podium sebanyak 88 kali beruntun sejak GP Inggris 2021 kini terputus. Hanya karena ban kempes. Padahal potensi MM93 sejak garis start bukan cuma ke podium, tetapi tarung jadi pemenang.
Direktur Sport Ducati Davide Tardozzi menyebut sejak beberapa lap sebelum berhenti, pihaknya sudah merasa ada yang aneh pada motor Marquez, tetapi tidak tahu apa dan mengapa.
Setelah tim membongkar dan membedah data, termasuk rekaman video, barulah ketahuan bahwa awal petaka itu terjadi pada tikungan ke-4. Ban Marquez menghajar kerb (trotoar kecil yang memisahkan lintasan dan gravel) dengan keras. Akibatnya sedikit bagian pelek ban belakang robek dan pada akhirnya membuat ban kempes.
"Marc benar-benar sial, karena banyak pembalap yang menyentuh bagian kerb yang sama tetapi hanya ia yang mendapatkan masalah. Dan, seingat saya kasus seperti ini baru kali ini terjadi," kata Tardozzi saat diwawancarai TNT Sport.
Tak lama setelah Marquez pensiun pada lap ke-21 dari jatah 26 laps yang harus ditempuh giliran Joan Mir (Honda) juga ikut DNF karena masalah pada ban belakang. Namun belum diketahui apakah sama dengan masalah Marquez.
Petinggi Michelin Piero Taramasso sebagai pemasok ban MotoGP menyebu bahwa kerusakan pelek adalah sesuatu yang telah mereka lihat di sepanjang akhir pekan Buriram. Semuanya menurutnya karena cuaca panas dan sifat trotoar.
“Kami mengalami masalah ini sepanjang akhir pekan banyak pelek roda yang bengkok saat kembali ke tenda kami karena sangat panas,” jelasnya.
“Materialnya sangat lunak sementara trotoarnya sangat keras. Misalnya, ada kasus kehilangan tekanan angin ban depan seperti dialami Jorge Martin (Aprilia) pada sesi Sabtu Ia menabrak trotoar, roda depan bengkok dan ban perlahan kempes."
“Jorge kehilangan tekanan secara perlahan, dan Marc kehilangan semua udara sekaligus," jelas Taramasso.
Ya, saat sprint race kemarin, Martin sempat dikenai sanksi karena potensi pelanggaran tekanan angin minimal pada ban. Tetapi kemudian dibebaskan setelah ditemukan kerusakan pada pelek rodanya.
Kesimpulannya, Marquez memang tengah apes saja. Menjadi korban saat yang lain aman. (r)