MotoGP 2026 Thailand: Sekali Tepuk, Pedro Acosta Mendapuk 2 Gelar Mentereng

Senin, 02/03/2026 23:59 WIB | Rulin purba
Pedro Acosta (Spanyol/Red Bull KTM). (Foto: redbull)
Pedro Acosta (Spanyol/Red Bull KTM). (Foto: redbull)

mobilinanews (Thailand) - Usai tes Buriram lalu Pedro Acosta (Red Bull KTM) tak muluk-muluk memancang target untuk musim 2026. Ia hanya berharap bisa mencuri kemenangan pertamanya di kelas MotoGP.

KTM RC16 besutan rider Spanyol berusia 21 tahun itu, menurutnya, sudah berkembang lebih bagus dibandingkan musim lalu meski tidak sekompetitif Ducati dan Aprilia. Namun ia konsisten di lima besar tercepat.

Karena itu juara dunia Moto3 musim 2021 dan juara Moto2 2022-2023 itu tak berpikir menjadi penantang regular di trek perburuan gelar 2026. Ia hanya berharap bisa meraih kemenangan perdana setelah mendarat di kelas primer sejak 2024 lalu.

Hanya beberapa hari berselang, ekspektasi Acosta terwujud dengan dua gelar sekaligus. Ia meraih kemenangan perdananya di sesi Sprint Race GP Thailand meski diuntungkan oleh hukuman mundur satu posisi buat Marquez yang seharusnya jadi juara.

Tapi, kemenangan lewat nasib keberuntungan seperti itu hal yang wajar di balapan, terlebih karena Marquez pun mengakui ada kontak badan antara mereka yang membuat laju Acosta melenceng ke luar jalur. 

Ia juga pantas menerima nasib baik itu karena diraih lewat duel apik dan panjang melawan Marquez yang jauh lebih berpengalaman.

"Sebenarnya saya lebih suka mendapat gelar pemenang lewat pertarungan, namun apa pun alasannya ini adalah gelar juara secara resmi dan saya harus bangga menerimanya," kata Acosta.

Lanjut ke balapan utama pada Minggu (1/3), lagi-lagi Acosta lalui dengan fight keras melawan Marquez sebelum sang juara dunia bertahan itu retire lantaran ban kempes.

Acosta pun finish P2 di belakang Marco Bezzecchi (Aprilia) yang memang kuat sejak tes pra musim. Meraih 20 poin dari sesi ini plus 12 poin dari sprint race, Acosta pun dapat gelar terhormat lainnya,  yakni menjadi pemimpin klasemen sementara kejuaraan MotoGP 2026 dengan total poin 32. Mengalahkan Bezzecchi yang dapat 25 poin dari main race namun DNF di sprint race.

So, Acosta mendapat dua gelar mentereng dalam sekali tampil di satu seri lomba. 

Menjadi pemimpin klasemen sementara tak membuat dirinya mengubah target. Ia sadar hanya menunggu waktu posisinya diambil alih pembalap lain.

"Target saya tak berubah, hanya berusaha masuk 5 Besar di akhir musim."

"Saya ingat tahun lalu di sirkuit ini kami kesulitan meski hanya untuk masuk 10 Besar. . Tampaknya KTM sudah menemukan sesuatu untuk musim ini."

Namun kompetisi masih panjang dan Acosta sadar tidak di semua grand prix ia bisa berharap keberuntungan dan penampilan menyenangkan seperti di Buriram. Oleh ksrena itu pola pendekatannya di musim 2026 tak berubah, tetap seperti tekad sebelumnya yakni 5 Besar.

Itu diambil karena belajar dari pengelaman tahun lalu yang sepertinya ia terbebani oleh target yang terlalu besar. Yang justru menjadi beban tersendiri.

"Sekarang saya hanya pasang target realistis yakni 5 Besar. Saat sesi pemanasan jelang main race, saya tetap berpikir untuk fight 5 Besar saja (sehingga saya tak punya beban) dan malah finish P2."

"Saya akan konsisten menerapkan cara ini. Ia (Chief Crew Paul Trevatahan) selalu mengingatkan saya untuk sabar dan tidak perlu memikirkan banyak hal seperti tahun lalu dimana kami berharap terlalu tinggi dan hal itu justru sama sekali tidak membantu."

Masuk ke putaran berikutnya di GP Brasil pada 23 Maret mendatang dan seri selanjutnya, pendekatan Acosta di seriap sesi sama seperti di Thailand. Yakni fokus ke 5 Besar saja. Dan, tentu saja akan mengubah tekadnya jika pada saat tertentu potensinya ke zona podium terbuka, seperti di GP Thailand. (r)