Mobilinanews (Afrika) - Kejuaraan Reli Dunia alias FIA World Rally Championship (WRC) 2026 tengah bersiap memasuki babak paling ikonik sekaligus babak yang akan menyiksa bagi mesin dan manusia.
Setelah menyapu bersih podium di dua seri pembuka, Toyota Gazoo Racing World Rally Team (TGR-WRT) kini mengalihkan fokus mereka ke sabana Afrika untuk menghadapi putaran ketiga, Safari Rally Kenya.
Tantangan kali ini bukan lagi tentang menaklukkan es atau salju, melainkan bertahan hidup di tengah medan yang siap menghancurkan mobil dalam sekejap. Awal musim 2026 telah menjadi catatan sejarah emas bagi raksasa otomotif asal Jepang tersebut.
Hingga saat ini, tim telah menguasai posisi podium di jalanan pegunungan es Rallye Monte-Carlo dan lintasan tertutup salju di Rally Sweden, sebuah pencapaian luar biasa yang belum pernah diraih kembali pada dua seri pembuka musim WRC sejak tahun 1984.

Takamoto Katsuta #18 - TGR-WRT (Foto: TGR)
Namun, Safari Rally Kenya hadir sebagai kontras yang tajam. Sejak kembali ke kalender WRC pada 2021 setelah absen selama hampir dua dekade, Safari kembali mengukuhkan dirinya sebagai salah satu tantangan terberat dalam dunia reli.
Medan di Kenya dikenal sangat ekstrem dan tidak terduga. Beberapa bagian lintasan terdiri dari bebatuan yang kasar dan tajam, sementara bagian lainnya dipenuhi pasir halus yang mampu menelan kendaraan.
Bahkan, kondisi ini bisa berubah drastis dalam hitungan menit kala hujan lebat yang seringkali mengubah trek yang sebelumnya kering dan berdebu atau masih dalam kondisi gravel bisa menjadi lumpur licin atau mud yang sangat dalam.
Untuk menghadapi keganasan alam ini, tim harus melakukan modifikasi khusus pada mobil mereka, termasuk pemasangan sistem snorkel untuk mencegah mesin mati saat melewati genangan air dalam atau kepulan pasir halus.
TGR-WRT membawa modal sejarah yang membanggakan ke Kenya. Mereka telah memenangkan seluruh lima edisi yang digelar sejak tahun 2021, menambah rekor kemenangan Toyota di ajang ini menjadi 13 kali.

TGR-WRT Kuasai Podium di Monte-Carlo (Foto: Redbull)
Elfyn Evans, yang menaklukkan reli ini untuk pertama kalinya tahun lalu, kembali ke Afrika sebagai pemimpin klasemen sementara setelah kemenangannya di Swedia. Saat ini, Evans unggul 13 poin atas rekan setimnya, Oliver Solberg.
Komposisi tim Toyota kian menakutkan dengan kehadiran Takamoto Katsuta di posisi ketiga klasemen setelah performa impresifnya di Swedia. Katsuta memiliki rekam jejak yang solid di Kenya dengan torehan tiga kali naik podium.
Selain itu, juara dunia sembilan kali, Sebastien Ogier juga dikabarkan akan kembali bergabung dalam formasi tim untuk penampilan perdananya di Safari sejak 2023, berbekal pengalaman dua kemenangan di tanah Afrika.

Elfyn Evans #33 - TGR-WRT (Foto: Redbull)
"Akan menjadi sebuah kegembiraan bagi saya untuk kembali ke Kenya setelah melewatkan dua edisi terakhir Safari Rally. Saya sangat menantikan momen kembali ke negara yang indah ini dan melihat antusiasme para penggemar di Afrika,” ujar Ogier.
“Ini akan menjadi pertama kalinya saya berada di sana pada awal tahun seperti ini, dan sepertinya cuacanya bisa lebih basah dibandingkan yang pernah saya lihat sebelumnya,” terangnya mengutip keterangannya, Senin (9/3/2026).
“Ini adalah ajang yang menuntut kita untuk memulainya dengan rendah hati, namun tim kami sedang dalam performa yang luar biasa dan Kenya selalu menjadi lahan yang baik bagi kami di masa lalu. Jadi, mari berharap kita bisa meraih hasil luar biasa lainnya,” tegasnya.
Optimisme serupa datang dari Juha Kankkunen, Wakil Kepala Tim, yang selalu antusias kembali ke Kenya dengan segudang memori indah. Menurutnya, meskipun durasi reli tidak sepanjang dahulu, Safari tetap menjadi yang terberat dari sisi medan.
Kankkunen menyoroti filosofi Toyota yang selalu fokus membangun mobil yang sangat kuat untuk ajang-ajang berat seperti ini. Perbedaan utama saat ini adalah tim tidak lagi bisa melakukan tes berpekan-pekan di Afrika seperti di masa lalu.

Sebastien Ogier #1 - TGR-WRT (Foto: Redbull)
Namun, dengan kelima kru tim yang setidaknya sudah pernah mencicipi podium musim ini, ia percaya kekuatan tim sangat merata. Target utama mereka di Kenya tetaplah mengincar kemenangan dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin demi menjaga momentum juara.
"Saya selalu menikmati momen kembali ke Kenya. Saya memiliki beberapa kenangan luar biasa saat membalap di sana, dan meskipun relinya tidak sepanjang dulu, ini masih menjadi yang tertangguh dalam hal medan lintasan,” ujarnya.
“Kami telah meraih beberapa hasil luar biasa untuk memulai musim ini, dengan kelima kru kami finis di podium setidaknya sekali, yang menunjukkan bahwa kami memiliki tim yang sangat kuat,” tambahnya.
“Tentu saja, kami ingin mencapai hasil serupa di Kenya, tetapi tujuan utama kami adalah mencoba memenangkan reli ini lagi dan mencetak poin sebanyak mungkin yang kami bisa,” pungkas Kankkunen.