mobilinanews (Spanyol) - Hanya beberapa pembalap MotoGP yang memahami kepribadian Marc Marquez. Salah satunya adalah Andrea Dovizioso , mantan joki utama Ducati yang jadi rival Marquez sepanjang musim 2017 sampai 2019.
Dovi yang saat ini berusia 40 tahun masih rutin hadir di paddock MotoGP sebagai tester dan asvisor pembalap tim Yamaha. Ia masih melihat keseharian dan kiprah Marquez di paddock dan lintasan.
Tahun ini performa Marquez sangat jauh berbeda dengan tahun lalu saat berjaya bersama Ducati. Dari tiga main race serial MotoGP 2026 belum sekali pun Marquez naik podium. Termasuk di di Circuit of the Americas (COTA) dimana MM96 adalah raja di atas raja dengan jumlah kemenangan terbanyak. Ia adalah dewa di negeri koboi itu.
"Ia selalu bisa membuat perubahan di Texas, tapi tidak pada tahun ini," ucap Dovi, satu-satunya pembalap Ducati yang konsisten menjadi penantang serius Marquez di masa jayanya dengan Honda.
Kini Marquez hanya berada di peringkat 3 klasemen sementara dengan defisit 36 poin dari Marco Bezzecchi (Aprilia) sebagai pemimpin.
Di mata Dovi, Marquez menyimpan masalah tersendiri terkait kesehatannya pasca cidera parah pada GP Indonesia di Mandalika tahun lalu. Cidera panjang yang membuatnya absen di lima seri akhir kejuaraan tahun lalu sekaligus membuat persiapan ke musim tahun ini jauh dari kata sempurna.
Sampai seri COTA, Marquez sendiri masih menyebut kondisi fisiknya belum normal 100%. Dan, ia pun menyalahkan dirinya sendiri untuk kegagalan saat ini. Bukan motornya karena ia yakin GP26 mampu bersaing meski di beberapa bagian sudah tertinggal dari Aprilia RS-GP.
“Marc bukanlah pembalap yang mudah mengeluh dan dia tidak pernah membuat alasan (menyalahkan pihak lain),” kata Dovi kepada media Italia Moto.it.
“Jadi, kebenaran tentang bagaimana keadaannya dan berapa banyak masalah yang dihadapinya tidak pernah terlalu kelihatan. Namun, menurut saya, situasinya jauh lebih serius daripada yang terlihat.”
Kecelakaan di GP Indonesia, lanjut Dovi' membuat pergerakan bahu dan lengan kanan Marquez sampai saat ini sama sekali belum normal.
"Saya tidak tahu bagaimana cara memberi tahu berapa persentasenya, tetapi tanpa ragu saya katakan ia tidak dalam kondisi 100%. Ia masih butuh peningkatan yang menurut saya belum ada solusinya."
Ya, sejauh ini memang tidak diketahui persis seberapa parah dampak kecelakaan di Mandalika itu. Yang membuat Marquez harus jalani operasi ulang pada Desember lalu.
Anggapan Dovi kalau masalahnya lebih serius dari yang terlihat dan belum ada solusinya bisa jadi benar adanya. Tandanya tampak jelas dari sikap Marquez yang saat ini belum tanda tangan perpanjangan kontrak dengan Ducati meski proposalnya sudah diajukan sejak awal musim.
Ada bocoran kalau Marquez ingin memastikan kondisi fisiknya tahun ini terlwbih dulu sebelum memutuskan tanding di musim 2027. Kalaupun ada perpanjangan kontrak' ia hanya minta untuk 2027 dengan opsi pertambahan pada 2028. Ducati tak punya pilihan selain menunggu keputusan pembalap andalannya itu.
Beberapa pernyataan Marquez juga mengindikasikan kalau masalah fisik Marquez memang benar-benar serius. Antara lain Marquez menyebut kalau masa depannya di MotoGP ditentukan oleh seberapa siap kondisi fisiknya.
Dan, yang tampak nyata adalah reaksinya saat ditanya soal apakah meraih gelar MotoGP kali ke-8 adalah menjadi targetnya pada musim 2026.
"Kesehatan saya lebih penting dari gelar," tegas Marquez, mempertegas anggapan Dovi kalau kesehatan MM93 saat ini memang lebih serius dari yang diperlihatkan Marquez sendiri.
Dengan uraian di atas maka pandangan pengamat yang menyebut Marquez bernafsu meraih gelar MotoGP ke-8 untuk melampaui rekor Valentino Rossi dan setelah itu pensiun, sulit diterima.
Justru jika kondisi kesehatannya masih bermasalah dan tidak kompetitif hingga paroh musim ini, maka tidak tertutup kemungkinan Marquez justru memilih pensiun dini pada akhir musim 2026 dan selanjutnya merencanakan punya anak bersama sang pacar, Gemma Pinto, seperti juga pernah diutarakan Marquez. (r)