mobilinanews (Prancis) - Selain Alex Marquez (Gresini Ducati), pembalap tim LCR Honda juga masuk rumah sakit usai drama kecelakaan brutal di GP Catalunya. Setelah pulang, ternyata cidera Zarco diketahui lebih parah.
Tadinya Zarco dianggap aman-aman saja.karena tak ada patah tulang pada sekujur badannya. Hanya lecet dan nyeri di beberapa bagian. Karena itu ia boleh langsung pulang ke negerinya, Prancis.
Pada Selasa (19/5), Zarco menuju tempat praktek ahli bedah ternama Prancis di Lyon untuk memastikan kondisi lututnya karena saat pemeriksaan di Spanyol diketahui ada robek pada ligamennya.
Hasilnya, tim dokter memutuskan perlu waktu beberapa minggu untuk memutuskan bagian itu perlu operasi atau tidak, sembari menunggu cidera yang lain sembuh lebih dulu. Setelah operasi maka ada waktu tambahan untuk pemulihan.
Dengan perkembangan baru itu maka dipastikan pembalap.paling senior di grid MotoGP itu akan absen pada GP Italia pada akhir Mei nanti. itu akan jadi pengalaman pertamanya absen dalam balapan utama MotoGP karena cidera.
Kepada media terkenal Prancis, Zarco menceritakan kembali kronologi kecelakaan itu yang menurutnya untuk kali pertama membuatnya sangat takut.
Pada saat Alex kecelakaan dengan motor yang hancur, salah satu serpihan motornya menghantam kaki kirinya.
"Saya menghindari puing besar, tetap kena. Tiba di pit saya merasakan sakit luar biasa. Laki saya sudah biru. Kru menempelkan es dan sedikit reda. Seharusnya pada saat itu saya sudah harus putuskan tidak lanjutkan lomba," kata pria berusia 35 tahun itu.
Saat restart, drama lanjutan terjadi. Zarco terlibat kontak dengan Luca Marini (VR46 Ducati) dan kemudian juga melibatkan Francesco Bagnaia (Ducati). Zarco terguling-guling bersama Honda RC213V-nya di atas kerikil. Kakinya terjepit di antara roda, joki dan knalpot. Kakinya sangat perih.
Ia berteriak kesakitan . Tapi, marshal dan tim medis yang datang tak berani langsung bertindak karena khawatir memperburuk situasi.
"Rasanya kaki terbakar. Saya yang menarik kaki dari motor. Petugas lantas memotong baju balap saya untuk.memasang infus. Saya belum pernah merasakan hal begini sebelumnya, dan saat itu saya benar-benar ketakutan."
Tentu saja Zarco tak ingin berlama-lama istirahat. Berharap bisa cepat kembaki lintasan balap.
"Karena di balapan tekanan pada ligamen tidak terlalu banyak dibandingkan dengan di sepakbola," katanya.
Terus, mau maksa mengaspal di GP Italia?