mobilinanews (Spanyol) - Dua hari setelah rentetan kecelakaan horor di GP Catalunya, prosee start 3 kali tetap jadi topik bahasan pembalap. Rata-rata menyayangkan keputusan penyelenggara yang terkesan lebih mengutamakan aspek kompetisi dan hiburannya.
Salah satu pembalap yang vokal adalah Pedro Acosta (Red Bull KTM) yang menjadi pembalap yang memicu rentetan kecelakaan itu. Ia tengah memimpin balapan dan dikuntit ketat oleh Marc Marquez (Gresini Ducati). Mendadak mesin motor Acosta mati dan seketika itu ditubruk Alex yang kemudian terbanting dan terbang menubruk dinding lintasan dengan kondisi motor sangat hancur. Red flag berkibar.
Perlu proses beberapa.menit untuk memberi pertolongan pertama kepada Alex sebekum dibawa ke klinik dan selanjutnya diterbangkan ke rumah sakit.
Stewards memutuskan re-start. Tapi hanya untuk melihat kecelakaan horor lainnya. Red Flag. Kali ini yang harus dikirim ke rumah sakit adalah Johann Zarco (LCR Honda).
Setelah itu re-start lagi atau prosesi start kali ketiga yang untungnya tak ada lagi tragedi besar, kecuali Acosta yang jatuh akibat senggolan dengan rider lain.
"Seharusnya tak ada start ketiga, saat dua pembalap sudah ke rumah sakit. Saya mengerti sport ini sudah menjadi bisnis dan hiburan, tapi menurut saya tidak.bijak untuk tetap melanjutkan balapan dalam kondisi fisik dan mental pembalap yang tak lagi sepenuhnya siap," kata Acosta menyinggung sejumlah pembalap yang terdampak oleh dua kecelakaan besar sebelumnya.
"Saya merasa bersalah kepada Alex. Mesin saya mendadak mati dan tak ada yang bisa saya lakukan kecuali mencoba memberi peringatan," imbuh Acosta yang memperkirakan ada masalah elektronik yang membuat mesinnya mati.
Menanggapi kritikan pembalap itu, Direktur Sport MotoGP Carlos Ezpeleta hanya bilang bahwa keputusan stewards itu sudah tepat dan sesuai dengan peraturan lomba.
Putra Carmelo Ezpeleta sang pendiri Dorna Sport itu juga menyebut insiden yang terjadi adalah racing incident dan acap terjadi di ajang balap. Ia malah minta KTM dan pihak terkait melakukan investigasi mendalam pada apa yang terjadi pada motor Acosta.
"Sesuai aturan dan sesuai dengan banyak hal, keputusan steward dan FIM meneruskan balapan sudah tepat. Meski begitu kami membuka diri untuk diskusi meningkatkan aspek keselamatan di masa mendatang. Karena keselamatan adalah hal terpenting buat kami," tandas Ezpeleta kepada motorsport.com.
Hm, beda ya dengan pendapat pembalap! (r)