Mobilinanews (Sepang) - Bendera Merah Putih berkibar bangga di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, setelah pembalap kawakan Indonesia, David Tjiptobiantoro, menorehkan hasil gemilang di seri pembuka GT World Challenge Asia 2026 pada 3-5 April kemarin.
Tampil di kategori AM, David bersama rekan setimnya Christian Colombo dari tim Garage 75 menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mengamankan podium dalam dua balapan berturut-turut di tengah persaingan ketat para pembalap mancanegara.
Pada Race 1 yang berlangsung penuh drama, David yang mengendarai mobil Ferrari 296 GT3 Evo berhasil menunjukkan kelasnya dengan melintasi garis finis di posisi kedua dengan catatan waktu 01:02:46.294.
Performa impresif tersebut berlanjut pada Race 2, di mana ia kembali berhasil mengamankan tempat di podium ketiga dengan waktu 01:02:05.577, menunjukkan ketatnya intensitas persaingan di kategori AM.

Dengan demikian, hasil konsisten di seri perdana GT World Challenge Asia 2026 (GTWCA 2026) ini membawa David dan rekan setimnya kini bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara kategori AM dengan koleksi 33 poin.
Posisi ini menempatkannya hanya berselisih 10 poin dari pemuncak klasemen, Liu Hangcheng, serta terpaut tipis 4 poin dari pembalap Indonesia lainnya, Setiawan Santoso, yang saat ini menduduki posisi kedua.
Menanggapi keberhasilannya, David yang merupakan suami dari salah satu artis papan atas Indonesia, Julia Estelle tersebut mengakui bahwa tantangan di Sepang tahun ini cukup berat, terutama terkait aspek teknis lintasan dan faktor eksternal.
Menurutnya, karakter sirkuit yang menuntut ketelitian tinggi dipadukan dengan suhu udara yang ekstrim menjadi ujian fisik dan mental yang signifikan. Namun, ia bersyukur karena strategi tim dan fokus yang terjaga membuahkan hasil manis di kedua balapan tersebut.

“Lintasan Sepang kali ini, seperti biasanya, merupakan trek yang sangat teknis sehingga membutuhkan konsentrasi penuh dari lap pertama hingga akhir. Keadaan cuaca juga sangat panas, yang tentunya sangat menguras stamina di dalam kokpit,” jelasnya.
“Kami merasa sangat beruntung dan bangga bisa naik podium di kedua hari balapan ini, sebuah modal yang kuat untuk memulai musim,” ungkap David saat dihubungi langsung oleh Mobilinanews, Senin (6/4/2026).
Namun, dibalik kegembiraan di podium Sepang, muncul kabar mengejutkan terkait strategi balapnya musim ini. Dari total 6 seri yang dijadwalkan pada kalender 2026, David mengonfirmasi bahwa dirinya tidak akan mengejar gelar juara klasemen secara penuh.
Ia memastikan hanya akan turun di tiga seri pilihan, yakni seri pembuka di Sepang, seri ketiga di Shanghai, dan seri keempat di Fuji, Jepang. Hal ini sekaligus mengkonfirmasi ketidakhadirannya di balapan kandang yang akan digelar di Mandalika bulan depan.

David menjelaskan bahwa prioritas utamanya tahun ini telah bergeser. Alih-alih berambisi mengumpulkan poin demi peringkat klasemen akhir, ia lebih memilih untuk memberikan performa maksimal secara individu di setiap balapan yang ia ikuti.
“Mandalika kita absen. Saya tahun ini memang hanya ikut tiga seri, Sepang, Shanghai, dan Fuji. Kita tahun ini memang hanya fokus ke individual race saja, jadi tidak fokus di klasemen lagi,” tegas David dengan lugas.
Keputusan absen di seri Mandalika tentu menjadi kabar yang cukup disayangkan bagi publik otomotif tanah air. Meski demikian, sikap David yang lebih memilih fokus pada kualitas performa di setiap race menunjukkan kematangannya sebagai pembalap profesional.
Dengan target yang lebih spesifik ini, David diharapkan mampu kembali memberikan kejutan di Shanghai dan Fuji mendatang, membuktikan bahwa meski tidak mengejar klasemen, taringnya di lintasan balap Asia tetap menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya.