mobilinanews (Jakarta) - Astra Otoparts Tbk mengakhiri kuartal I tahun 2026 dengan mencatatkan kinerja resilien, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan laba bersih konsolidasian.
Pendapatan Perseroan pada kuartal I 2026 mencapai Rp5,3 triliun, meningkat 7,4% dibandingkan dengan Rp4,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih kuartal I 2026 tercatat Rp558,9 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 10,6% dibandingkan dengan Rp505,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didukung oleh permintaan pasar aftermarket maupun original equipment manufacturer (OEM), serta kontribusi ekspor yang stabil.
Pencapaian kinerja pada kuartal I 2026 ini mencerminkan ketahanan bisnis Perseroan yang ditopang oleh portofolio produk yang terdiversifikasi dan jaringan distribusi yang luas.
Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan perseroan memulai tahun 2026 dengan kinerja yang resilien, di tengah dinamika industri otomotif.
“Pertumbuhan pada kuartal I 2026 mencerminkan fundamental usaha yang kuat, didukung keseimbangan kontribusi segmen manufaktur dan perdagangan, baik di pasar domestik maupun ekspor,” ujarYusak Kristian Solaeman di Jakarta.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp23,6 triliun, meningkat 4,2% dibandingkan dengan Rp22,6 triliun periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 3,1% menjadi Rp17,5 triliun, menunjukkan struktur keuangan yang tetap solid dalam mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Kinerja Perusahaan
Pada segmen kinerja manufaktur, mereka mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,7 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 2,5% dibandingkan dengan Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari pelanggan OEM, khususnya pada segmen kendaraan roda dua, dan penguatan portofolio produk Perseroan yang memberikan kontribusi berkelanjutan, baik roda dua maupun roda empat.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, Perseroan terus memperkuat pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts sebagai bagian dari strategi untuk merespons transformasi industri otomotif.
Selain komponen xEV, Perseroan juga memproduksi mesin pengisian daya kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dengan merek ALTRO.
Selanjutnya, pada segmen perdagangan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 13,1% dibandingkan dengan Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didukung oleh permintaanaftermarket domestik yang tetap kuat maupun penambahan jaringan distribusi dan ritel Perseroan.
Pertumbuhan segmen perdagangan pada kuartal I juga didorong oleh meningkatnya permintaan seiring adanya libur Lebaran pada pada bulan Maret 2026, yang mendorong aktivitas servis dan penggantian komponen kendaraan baik roda empat maupun roda dua guna memastikan kesiapan perjalanan mudik dan arus balik.
Seiring dengan hal tersebut juga terjadi peningkatan aktivitas pada jaringan bengkel dan retailer merespon lonjakan permintaan dari pelanggan, sehingga mendorong pertumbuhan penjualan di jaringan distribusi Perseroan.