mobilinanews (Prancis) - Sejauh ini performa Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) lebih bagus dari duet tim pabrikan Ducati Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
Berbeda saat kualifikasi Q2 GP Prancis berlangsung pada Sabtu (9/5). Diggia gagal beri perlawanan dalam perebutan pole position dan front row. Bagnaia dengan mengejutkan meraih pole perdananya tahun ini. Ia finish 1-2 dengan Marquez. Satu posisi lagi di baris depan jatuh kepada Marco Bezzecchi (Aprilia).
Diggia hanya sanggup meraih posisi start 4. Padahal sejak awal sesi pembalap tim VR46 Ducati itu bersaing ketat dengan pengguna Desmosedici GP26 lainnya, Bagnaia dan Marquez.
Diggia pun bercerita sebagaimana dikutip dari crash.net. Pada saat hot lap untuk pertajam waktu terjadilah peristiwa aneh dan langka. Seekor lebah tiba-tiba masuk lewat bawah helm dan 'menari-nari' merusak fokusnya.
"Saya sangat kesulitan untuk menyelesaikan lap itu dengan baik. Pada lap berikutnya saya coba kembali, tapi sudah terlambat karena ban sudah aus," katanya.
"Saya kecewa karena sejak awal rencananya adalah posisi front row dan tentu saja berusaha untuk meraih pole position. Hal.positifya adalah kami punya kecepatan. Start dari row 2 tidaklah buruk untuk fight dalam balapan."
Sayang, Sabtu ini memang hari sial bagi Diggia. Di ajang sprint race ia melakoni proses start dengan buruk. Posisi dsri P4 langsung melorot jauh ke belakang dan pada lap berikutnya malah kecelakaan dan keluar arena.
Meski DNF, Diggia masih jadi pembalap Ducati terbaik di klasemen kejuaraan sementara. Ia di posisi 4 dengan total poin 71. Unggul 14 poin atas Marquez di P5, dan unggul 16 angka atas Alex Marquez Gresini Ducati di P6.
Main race pada Minggu (10/5) diperkirakan akan turun hujan. Artinya, faktor keberuntungan sangat menentukan hasil akhir. Akankah besok adalah hari keberuntungan Diggia?