Mobilinanews (Prancis) - Perhelatan seri kelima Moto2 2026 yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Prancis, menjadi momen penuh tantangan bagi pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Suryo Aji.
Pembalap yang bernaung di bawah bendera Idemitsu Honda Team Asia ini harus berjuang keras di tengah ketatnya persaingan kelas menengah tersebut.
Dalam sesi kualifikasi pertama yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026, Mario Aji menunjukkan performa yang kompetitif meski hasil akhirnya belum memungkinkan dirinya untuk menembus babak kualifikasi kedua atau Q2.
Memacu motor Kalex miliknya, pembalap berjuluk "Super Mario" ini mencatatkan waktu terbaik 1 menit 34,875 detik yang ia raih pada putaran keduanya dari total tujuh lap dan menempatkannya di posisi kesembilan dalam klasemen akhir kualifikasi pertama.
Meskipun terpaut hanya 0,672 detik dari pembalap tercepat di sesi tersebut, Daniel Munoz, posisi ini belum cukup untuk membawanya lolos ke babak perebutan posisi start terdepan (Q2) yang hanya diambil dari empat pembalap teratas di sesi kualifikasi pertama.

Dengan begitu, Mario Suryo Aji dipastikan akan memulai perjuangannya dari baris belakang. Berdasarkan hasil akhir kombinasi Q1 dan Q2, pembalap asal Magetan ini akan menempati posisi start ke-23 dalam race utama besok.
Ditinjau dari aspek teknis, Mario Aji sebenarnya menunjukkan potensi kecepatan yang cukup mengesankan di lintasan Le Mans yang legendaris. Kecepatan rata-rata pembalap asal Indonesia ini juga cukup stabil di angka 263,0 km/jam.
Bahkan, data resmi mencatat bahwa ia berhasil mencapai kecepatan puncak hingga 266,6 km/jam, yang menjadikannya salah satu pembalap dengan top speed tertinggi kelima di antara seluruh peserta kualifikasi pertama.
Meskipun harus memulai balapan dari urutan tersebut, catatan waktu yang ditorehkan Aji menunjukkan persaingan yang sangat rapat di kelas Moto2. Dengan posisi ke-23 di grid, ia berada tepat di depan rekan setimnya, Taiyo Furusato, yang menempati posisi start ke-24.
Jarak antar pembalap yang hanya terpaut hitungan sepersekian detik memberikan peluang bagi Aji untuk merangsek ke baris tengah saat balapan dimulai, terutama dengan performa kecepatan puncak motornya yang terbukti sangat kompetitif.