Jakarta, mobilinanews - Lomba ketepatan waktu menempuh jalur 'neraka' nan menakutkan berhasil ditaklukan anak bangsa, Julian Johan (JJ) dan Semi Zaki di Rally Dakkar 2026. Bagaimana mereka menaklukan iklim gurun pasir di Arab Saudi, dan persiapan mereka menembus 5 besar di ajang tersebut divisualisasikan lewat film dokumentar 'Desert Dream' karya sutradara Johan Junior.
Film ini mengisahkan bagaimana ambisi JJ mengikuti rally paling 'horor' di muka bumi, dari mengajak rekan masuk timnya, mencari sponsor, persiapan menuju Dakkar hingga kendala saat mengikuti ajang tersebut.
Film dokumenter ini memang menitik beratkan perjuangan JJ, meski ada scene yang cukup membanggakan Indonesia, saat rekan 1 timnya Semi Zaki juara di etape 11. Ini lah orang Indonesia pertama yang berhasil merebut juara di rally Dakkar.
Dan kita patut bangga dengan perjuangan JJ dan Semi yang mampu finish di Dakkar, sejarah pun mencatat mereka yang pertama kali menyelesaikan semua etape di Dakkar dan mampu menembus 5 besar di kategori clasic Rally Dakkar, menggunakan Toyota Land Cruiser tahun 2005.
Film ini mengajak penonton menyelami kisah tentang mimpi, hubungan antar manusia, dan perjalanan hidup yang dikemas dengan sentuhan emosional. Dalam gala premiere yang digelar di Jakarta, Julian mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya proses produksi film tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari keluarga, tim produksi, sponsor, hingga para sahabat yang turut membantu mewujudkan film tersebut.
"Terima kasih kepada orang tua yang selalu memberikan dukungan, seluruh tim Permai Productions, dan semua pihak yang telah membantu hingga film ini bisa selesai," ujar Julian.
Menurutnya, film ini hadir dengan pendekatan cerita yang berbeda Jika karya terdahulu memiliki warna tersendiri, kali ini ia lebih menitikberatkan pada makna hubungan antarmanusia serta perjuangan mengejar mimpi.
Di balik layar, proses produksi film ini juga menghadirkan tantangan besar. Julian bersama tim harus menjalani syuting selama hampir tiga minggu dengan perjalanan yang mencapai sekitar 8.000 kilometer. Berbeda dengan proyek sebelumnya yang banyak dibantu tim produksi, kali ini sebagian besar proses dikerjakan secara mandiri bersama kru yang berangkat dari Jakarta.
Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, semangat seluruh kru tetap terjaga hingga akhirnya film berhasil diselesaikan sesuai harapan.
Pada kesempatan tersebut, Julian juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan yang telah diperkenalkan melalui gala premiere di Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan mitra yang telah membuka pintu kerja sama sehingga film ini dapat diproduksi dan dipromosikan kepada publik.
"Film ini tidak akan bisa hadir tanpa dukungan semua pihak. Kami sangat berterima kasih kepada para sponsor, rekan-rekan, dan semua yang telah percaya pada karya ini," tutup Julian.
Sebelum anda keluar, cari tahu dulu :