Mobilinanews (Jakarta) - Raksasa otomotif asal Prancis, Renault, resmi meluncurkan versi pembaruan atau facelift untuk hatchback mungil andalannya, Renault Kwid. Penyegaran ini dihadirkan khusus untuk menggebrak pasar otomotif kawasan Amerika Selatan.
Transformasi visual pada mobil ini membuat tampilannya jauh lebih modern, modis, dan tangguh. Renault juga memberikan sentuhan perubahan yang sangat signifikan pada area interior dengan menyematkan teknologi layar yang jauh lebih canggih.
Namun, dibalik ubahan estetika yang cukup mencolok tersebut, Renault memilih untuk tetap mempertahankan sektor dapur pacunya. Paket mekanikal mesin lama yang efisien masih dipercaya untuk menopang performa harian dari city car ini.
Penyegaran kali ini mencatatkan sejarah sebagai facelift besar kedua bagi Renault Kwid sejak debut perdananya pada 2016. Fokus perubahan paling menonjol dapat langsung terlihat pada desain area bumper depan yang tampil jauh lebih kekar.


Elemen cladding plastik hitam pada area bumper kini dibuat lebih tebal dan dominan. Lampu utama ganda dengan konsep split headlights tetap dipertahankan, namun dipadukan dengan grill utama yang tampil jauh lebih pipih dan modern.
Desain lubang udara pendingin dan penambahan skid plate baru di area bawah makin mempertegas gaya desain khas Renault. Tampilan depannya kini terlihat jauh lebih menyatu dengan bahasa desain mobil-mobil Renault generasi paling baru.
Sisi samping dan belakang mobil ini tidak mendapat banyak ubahan radikal. Namun, bagian lampu belakang kini mengusung grafis pencahayaan baru yang lebih elegan, ditemani dengan hadirnya antena model sirip hiu yang sporty di atap.
Pada varian tertinggi, yaitu tipe Outsider, Renault memberikan berbagai perlengkapan tambahan yang eksklusif. Varian ini dibekali roof rail, cladding samping tambahan, serta pelek alloy 14 inci dengan balutan warna two-tone.
Memasuki area dalam kabin, interior Renault Kwid versi Amerika Selatan ini mendapatkan perombakan yang terbilang sangat masif. Tampilannya kini terasa jauh lebih premium dibandingkan dengan versi penyegaran ringan di pasar India.


Dashboard mobil kini tampil modern dengan hadirnya layar sentuh infotainment berukuran 10,1 inci yang sangat lega. Layar hiburan tersebut disandingkan dengan panel instrumen digital berukuran 7 inci di balik lingkar kemudinya.
Posisi lubang ventilasi penyejuk udara (AC) kini telah diatur ulang demi menambah kenyamanan. Lingkar kemudi pun sudah menggunakan logo ikonik terbaru dari Renault, memberikan kesan yang jauh lebih segar saat mengemudi.
Sayangnya, teknologi layar canggih ini absen pada varian paling bawah, yakni tipe Evolution. Varian termurah ini hanya dibekali penutup plastik polos di konsol tengah dan belum dilengkapi aksen warna khas varian Techno atau Outsider.
Di balik panel bodinya, Renault Kwid edisi terbaru ini masih setia menggunakan platform CMF-A yang legendaris. Arsitektur modular yang dirancang sejak 2015 ini juga digunakan oleh Dacia Spring EV, Dongfeng EV, hingga Renault Kiger.
Sektor performa hatchback perkotaan ini mengandalkan mesin 1.000 cc 3-silinder naturally-aspirated berteknologi flex-fuel. Mesin ini mampu meminum bensin biasa maupun bahan bakar etanol secara efisien untuk penggunaan harian.


Tenaga yang dihasilkan mencapai 68 PS saat diisi bensin, dan naik menjadi 71 PS saat menggunakan bahan bakar etanol. Seluruh luapan tenaga tersebut disalurkan ke roda depan melalui opsi transmisi manual 5-percepatan yang responsif.
Hal yang sangat menarik perhatian para pengamat otomotif global adalah jurang perbedaan harga yang tergolong amat tajam. Terdapat selisih harga yang sangat jauh antara versi pasar Brasil dan versi yang dipasarkan di India.
Di pasar Brasil, Renault Kwid facelift ini dilepas ke pasaran dengan harga mulai dari 82.790 Real Brasil. Jika dikonversikan ke dalam mata uang lokal, angka tersebut setara dengan kisaran Rp270 juta rupiah (kurs 1 BRL ≈ Rp3.260).
Harga tersebut terasa sangat fantastis jika dibandingkan dengan Kwid yang dijual di India. Di Negeri Barata, mobil ini dibanderol mulai 4,53 lakh Rupee atau setara Rp85 jutaan saja (kurs 1 INR ≈ Rp188), alias tidak sampai sepertiganya.