Mobilinanews (Portugal) - Ajang FIA European Rallycross Championship 2026 (Euro RX 2026) di Sirkuit Lousada, Portugal, menyajikan drama penuh intensitas tinggi. Mulai dari insiden benturan hingga aksi heroik para pembalap memadamkan api terjadi di lintasan.
Kejuaraan Euro RX 2026 ini merupakan ajang kualifikasi utama dalam kalender FIA Rallycross World Cup 2026. Seri Eropa ini menguji ketangguhan mobil berdaya 600 bhp di enam sirkuit legendaris sebelum laga puncak di Asia.
Johan Kristoffersson kembali mengukuhkan dominasinya di pentas balap dunia. Pembalap asal Swedia tersebut sukses meraih gelar juara dunia ke-8 Euro RX setelah tampil sangat konsisten sepanjang putaran keenam musim ini.
Memasuki hari terakhir kompetisi, Kristoffersson memimpin klasemen dengan keunggulan 36 poin. Keadaan tersebut membuatnya hanya perlu menembus babak Semi-Final untuk mengunci takhta juara dari kejaran para pesaingnya.
Performa impresif langsung ditunjukkan Kristoffersson sejak babak Heat dengan menyapu bersih waktu tercepat. Kemenangan di Quarter-Final memastikan poinnya tak lagi bisa mengejar oleh rival terdekatnya, Andreas Bakkerud.

Tekanan yang reda membuat pebalap Kristoffersson Motorsport ini tampil makin agresif di Semi-Final. Namun, dia harus merelakan posisi terdepan setelah mendapat perlawanan ketat dari Juha Rytkönen dan Joni Turpeinen.
Hasil di Semi-Final menempatkan Volkswagen Polo milik Kristoffersson di baris kedua grid Final. Dia berada tepat di belakang pemegang pole position Patrick O’Donovan serta Juha Rytkönen yang tampil sangat kompetitif.
Saat bendera start dikibarkan pada babak Final, Kristoffersson memanfaatkan celah di tikungan pertama. Dia meluncur mulus ke posisi terdepan saat dua pembalap di depannya melebar akibat perebutan jalur yang sengit.
Balapan sempat dihentikan akibat kibaran bendera merah setelah insiden berat melanda Ole Christian Veiby dan Nils Volland. Kerusakan parah pada kedua mobil membuat lintasan terhambat dan balapan harus diulang kembali.
Drama berlanjut saat mobil Hyundai i20 milik Rytkönen mengeluarkan asap hingga terbakar di grid. Dengan tenang, pembalap Finlandia itu keluar memadamkan api sendiri sebelum kembali fokus melanjutkan sisa balapan.
Pada start ulang, Fabien Pailler sempat memimpin usai O’Donovan dan Kristoffersson terlibat kontak tajam. Benturan keras tersebut membuat mobil Peugeot milik O`Donovan melintir menghantam dinding pertambatan sirkuit.
Kristoffersson akhirnya merebut kembali posisi puncak di lap kedua setelah Pailler melebar dan mengalami kebocoran ban. Keunggulan mutlak ini dimanfaatkan sang juara dunia untuk makin memperlebar jarak dengan lawannya.

Dominasi tanpa perlawanan membuat Kristoffersson menyentuh garis finis dengan selisih waktu 52 detik. Dia bahkan menyempatkan diri melakukan aksi donut di tikungan terakhir demi menghibur para penonton di Portugal.
“Saya sangat menikmati balapan Final ini. Para penonton di sini sangat luar biasa, jadi sangat menyenangkan memiliki kesempatan untuk memberikan sedikit pertunjukan bagi mereka dengan melakukan donut di tikungan terakhir,” ucapnya.
“Musim ini menjadi tantangan yang sangat besar, dan merupakan kerja keras dari seluruh tim untuk menyelesaikan masalah start kami, tetapi menemukan rahasia untuk melakukan launch yang lebih baik dan menunjukkan performa luar biasa,” tambahnya.
“Mampu membalikkan keadaan seperti itu memberikan perasaan yang sangat baik, dan saya sangat bahagia. Ini sangat berarti bagi kami semua," ujar Johan Kristoffersson mengutip siaran resminya, Senin (14/9/2026).
Usai berakhirnya kejuaraan di Eropa, fokus kini tertuju pada laga puncak FIA Rallycross World Cup 2026. Ajang bergengsi tersebut dijadwalkan bakal berlangsung di Jakarta, Indonesia, pada 5-6 Desember mendatang.