Mobilinanews (Italia) - Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano menjadi putaran keempat belas yang rumit namun begitu spesial bagi tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team pada musim MotoGP 2026 ini di hadapan semua pendukung setia mereka.
Meskipun menghadapi berbagai kesulitan selama balapan berlangsung, Fabio Di Giannantonio berhasil melewati garis finis pada P7 dalam balapan Grand Prix yang ke-200 kalinya di sepanjang karier profesionalnya.
Sementara itu, rekan setimnya yakni Franco Morbidelli, mengakhiri balapan di posisi P13 tepat di hadapan para penggemarnya. Hari Minggu di Misano tersebut terasa sangat emosional dan istimewa bagi kedua pembalap.
Bagi Di Giannantonio, pencapaian balapan GP ke-200 di kejuaraan dunia ini tidak diawali dengan mulus. Start yang cukup rumit dari baris kedua di awal balapan sempat menghalanginya untuk langsung bisa merayakan.

Fabio, yang sempat merosot dan berada di posisi kesepuluh pada akhir lap pembuka, segera memulai kebangkitannya. Ia menunjukkan tekad yang sangat luar biasa untuk terus maju dan secara bertahap lalu merebut posisinya kembali.
Pada akhirnya, pembalap hebat asal Roma tersebut sukses menyilang garis finis di urutan ke-7. Berkat hasil itu, ia kini bertengger di peringkat keempat Klasemen Dunia dengan perolehan 223 poin balapan.
“Tujuan hari ini adalah sedikit agresif di lap pertama, namun ada sedikit kekacauan di tikungan pertama dan saya berada di luar setelah kontak keras, sehingga saya harus kehilangan semua posisi saya,” ucap Di Giannantonio, Minggu (13/9/2026).
“Saya sungguh ingin mengatur ritme dan memulihkan posisi, tetapi perasaan pada rem depan bukan yang terbaik. Sangat disayangkan, karena kami ingin tampil baik di Misano. Namun kita gagal mewujudkan hasil baik di tahap akhir,” terangnya.
Hari Minggu itu juga sangat amat emosional bagi Morbidelli, yang berlaga untuk terakhir kalinya di ajang MotoGP tepat di hadapan penggemar setianya. Franco memulai balapan dari barisan ketiga dan masuk kelompok sepuluh besar.
Sayangnya, hukuman penalti lap panjang mencegahnya untuk maju dan menunjukkan potensi besarnya, sehingga pembalap Italia-Brasil itu melintasi garis finis di posisi ketiga belas. Kini ia berada di peringkat ke-16 dunia.

“Tingkatannya cukup jauh lebih baik dari perkiraan saya. Sayang sekali penalti menghalangi kami semua untuk bertarung dalam memperebutkan target posisi tujuh besar,” jelas Morbidelli.
Ajang balap Misano usai setelah mencetak rekor kehadiran terbaik di trek ini dengan 184.051 penonton. Mulai kini tim jagoan Pertamina Enduro VR46 segera menuju Austria pekan depan ini.
“Kami selalu ingin tampil baik di balapan kandang ini, karena penggemar datang dan memberi kami energi ekstra yang luar biasa. Sayangnya, akhir pekan ini jelas terasa sedikit lebih sulit,” tutur Manajer Tim Pablo Nieto
"Kini kami harus mulai berpikir menatap seri balap Austria, saya merasa tim ini berada di jalur yang benar. Diggia dan Franky menunjukkan potensi sangat baik. Jika kami terus melaju seperti ini, kami akan menjadi kompetitif,” pungkasnya.