Mobilinanews (Austria) - Hanya beberapa hari berselang usai balapan seru di Misano, Aprilia Racing kini telah bersiap menerjang ajang GP Austria. Balapan seri putaran ke-15 MotoGP 2026 ini menjadi benteng terakhir sebelum seri Asia.
Seri di Sirkuit Red Bull Ring ini diprediksi berlangsung sengit mengingat atmosfer kompetisi makin memanas. Seluruh anggota tim pabrikan Italia tersebut tiba di lokasi balap membawa ambisi besar untuk meraih hasil maksimal.
Bagi sosok Jorge Martin, balapan di Austria menjadi ujian ketahanan fisik yang amat krusial bagi karirnya. Pekan sebelumnya di Misano berakhir kurang memuaskan meski ia sempat finis ketiga pada sesi sprint race.
Pembalap asal Spanyol itu mengakhiri balapan utama di posisi kelima akibat gangguan sindrom kompartemen pada lengannya. Evaluasi kondisi fisik secara mendalam menjadi prioritas utama demi tampil optimal pekan ini.

"Misano tidak berjalan sesuai harapan, tetapi kami tetap mengambil sisi positifnya. Setelah Austria, kami akan mengevaluasi masalah fisik ini," ujar Martin, mengutip keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).
Pembalap berbakat itu juga mengapresiasi dukungan luar biasa dari seluruh kru tim dan para penggemar. "Aprilia terus bekerja sangat keras membantu saya. Sekarang fokus penuh ke Austria, trek yang saya sukai," tambahnya.
Di sisi lain, Marco Bezzecchi mengusung misi bangkit dari keterpurukan usai insiden pahit pada balapan sebelumnya. Pembalap berkebangsaan Italia itu terjatuh pada lap pertama sehingga harus menyelesaikannya lebih cepat.
Padahal performa Bezzecchi sepanjang hari Jumat dan Sabtu sangat impresif hingga berhasil mencetak rekor. Ia sukses mengamankan posisi pole sekaligus mencatatkan rekor waktu lap tercepat sepanjang masa di sirkuit tersebut.
"Sangat mengecewakan, tetapi hal baiknya balapan Austria langsung tiba. Naik motor secepat mungkin usai kesalahan adalah hal krusial. Kami akan ubah rasa sakit ini jadi semangat di Austria," tutur Bezzecchi.
Kombinasi kecepatan murni dan posisi podium sprint race menjadi modal berharga bagi sang pembalap muda. Bezzecchi optimistis mampu mengulang performa apik tersebut dan kembali bersaing ketat di barisan terdepan.

Sirkuit bersejarah tempat laga berlangsung ini dahulu amat dikenal luas publik dengan nama Österreichring. Lintasan legendaris yang terletak di wilayah indah Styria ini menawarkan tantangan teknis tersendiri bagi pembalap.
Memiliki panjang lintasan mencapai 4,35 kilometer, trek ini dilengkapi 10 tikungan tajam yang sangat menantang. Elemen variasi ketinggian tanah hingga 65 meter menuntut presisi pengereman serta performa mesin tinggi.
Demi meningkatkan standar keselamatan para pembalap, pihak pengelola menambahkan chicane baru di tikungan kedua sejak 2022. Perubahan tata letak ini menjadikan karakter sirkuit berbeda dengan versi Formula 1 (F1).
Dengan segala persiapan matang dan evaluasi teknis, Aprilia Racing siap menatap seri penutup kawasan Eropa. Hasil positif di lintasan Austria dipastikan menjadi modal berharga sebelum melakoni tur lintas benua.