mobilinanews (Australia) - Tantangan besar menanti Marc Marquez (Ducati) pada sesi kualifikasi dan sprint race GP Australia, Sirkuit Philip Island, pada Sabtu (24/10).
Target awal Marquez adalah masuk 3 Besar starting grid alias 3 Besar tercepat di kualifikasi. Suatu hal yang ia sendiri sadari sangat tak mudah. Tak lain karena 4 unit Aprilia RS-GP milik tim pabrikan dan satelit semuanya kompetitif.
Itu tampak dari 2 sesi pada Jumat (23/10). MM93 tercepat di FP1, namun dikalahkan Aprilia di sesi Practice, sesi yang mengharuskan semua pembalap memacu motor hingga limit tercepat untuk dapatkan tiket otomatis ke kualifikasi Q2.
Ia hanya finish P3 di situ, kalah dari Marco Bezzecchi (Aprilia) dan Raul Hernandez (TrackHouse Aprilia). P4 dihuni AI Ogura (Trackhouse Aprilia) dengan catatan waktu sama dengan Marquez, sedangkan Jorge Martin (Aprilia) berada di posisi kelima.
Tapi, seperti biasa, ia tidak mengeluh karena tahu persis masalah apa yang membuatnya kalah. Karena itu ia lebih suka berbenah dan mempersiapkan segala sesuatu ke sesi berikutnya.
“Hari ini (dua sesi) berjalan kurang lebih sesuai harapan. Saya merasa sangat nyaman dan bisa membalap dengan gaya yang saya inginkan," kata juara dunia bertahan itu.
Bagusnya, Marquez tahu betul dimana kelemahan Ducati Desmosedici GP26 besutannya diperbandingkan dengan rombongan pengguna Aprilia RS-GP.
Dari rekaman data waktu, keunggulan Aprilia ada pada tikungan-tikungan kanan berkarakter cepat dan trek lurus. Maka pada area itulah ia dan para teknisi Ducati memberikan fokus pembenahan.
"Mereka sangat kompetitif di lintasan ini, terutama saat melewati tikungan-tikungan cepat. Tapi, posisi kami tidak terlalu jauh dan kami akan berusaha untuk terus memperkecil jarak tersebut dan mempertimbangkan segala kemungkinan skenario yang mungkin terjadi.”
Skenario yang dimaksud pemegang 7 gelar MotoGP itu adalah perubahan setingan motor dan mungkin juga riding style pada tikungan cepat itu. Racikan baru itu akan dicoba pada sesi FP2 yang berlangsung sebelum kualifikasi.
Jika dapat posisi front row di kualifikasi maka skenario berikutnya adalah pergerakan Marquez di garis start sprint race hingga 3 laps awal yang krusial. Genting karena ia harus menghindari potensi crash dengan salah satu penunggang RS-GP. Setelah 3 laps awal maka perjalanan ke 10 laps berikutnya akan diputuskan Marquez sendiri sesuai situasi dan kondisi saat balapan. Yang penting adalah memetik poin sebisanya.
Dan, yang paling penting, meraih poin lebih dari Martin karena mereka berdua kini berada di puncak klasemen dengan jarak hanya 2 poin. Kalah dengan Bezzecchi tak akan terlalu menyesakkan karena Marquez sudah unggul 44 angka darinya.
Skenario lain yang disiapkan adalah potensi hujan turun pada sprint race 13 laps maupun main race 27 laps pada Minggu (25/10).
"Penting untuk beradaptasi dengan perubahan cuaca yang normal terjadi di Philip Island, sembari mempersiapkan skenario yang mungkin terjadi," tandasnya. (r)