mobilinanews (Australia) - Dari klinik sirkuit Philip Island, Jorge Martin dilarikan ke rumah sakit Melbourne untuk memantau kondisi cederanya usai kecelakaan horor di sesi sprint race GP Australia, Sabtu (24/10).
Rider Aprilia itu terpeleset karena kehilangan daya cengkeram roda depan saat fight keras dan beberapa kali saling menyalip dengan Marc Marquez (Ducati). Badan Martin terlempar ke gravel dan terbanting-banting sebanyak 11 kali sebelum tergeletak dan akhirnya harus diangkut petugas ke ambulans.
Dari rumah sakit di Melbourne itulah dokter tim Aprilia Franco Perona memastikan cedera yang dialami pembalapnya adalah lecet di beberapa bagian tubuh, dan yang paling parah adalah dua ruas tilang di tangan kanannya yang patah.
"Lami harus lakukan CT-scan untuk memutuskan apakah harus dioperasi atau tidak, kapan dan dimana harus dioperasi," ucap sang dokter.
Penjelasan Perona diperkuat oleh rilis resmi tim Aprilia pada Sabtu (24/10) malam. Penentuan perlu operasinatau tidak direncanakan pada Minggu (25/10). Jika harus operasi maka Martin segera diterbangkan ke Madrid, Spanyol, untuk pelaksanaan operasi itu.
Bila tak perlu operasi maka rival Marquez dalam perburuan gelar 2026 ini akan ikut ke Malaysia sembari melihat dan menunggu kemungkinan ia bisa tampil di GP Malaysia minggu depan atau tidak.
Pada rilis yang sama, Martin memberi pernyataan terkait musibah yang membuatnya kehilangan posisi sebagai.pemimpin klasemen (balik ke Marquez dengan selisih 10 poin).
“Sayang sekali terjadi kecelakaan hebat seperti itu, tetapi yang terpenting adalah saya baik-baik saja setelah insiden yang begitu berbahaya. Saya bersyukur tidak terjadi sesuatu yang serius. Pemeriksaan lebih lanjut akan menunjukkan bagaimana kondisi saya berkembang dalam beberapa hari ke depan," ke depan kata juara dunia MotoGP 2024 itu.
Di pihak.lain, Marquez menyatakan keprihatian atas musibah yang menimpa rivalnya. Ia mengaku sesungguhnya sangat sulit mengimbangi irama permainan Martin sebelum kecelakaan.
"Saya senang meraih kemenangan. Tapi saya prihatin atas apa yang ia alami dan berharap segera kembali ke lintasan," kata MM93 yang mengakui pada momen tersebut is bukan pembalap tercepat karena kecepatannya setara dengan Martin.