F1 2026: FIA dan F1 Pastikan Jadwal Seri Qatar dan Abu Dhabi. Tim dan Pembalap Dilarang Berisik di Media

Sabtu, 07/11/2026 16:50 WIB | Rulin purba
GP Qatar 2025 yang dimenangkan Max Verstappen. (Foto: racefans)
GP Qatar 2025 yang dimenangkan Max Verstappen. (Foto: racefans)

mobilinanews (Brasil) - MotoGP dan F1 punya pemilik sama, Liberty Media. Tentu saja kebijaksanaan sama untuk gelaran balap di Timur Tengah di tengah konflik di wilayah itu.

FIA dan F1 sudah memastikan tetap menggelar serial GP Qatar dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab sesuai jadwal pada akhir November dan awal Desember. Masing-masing pada 27-29 November dan 4-6 Desember.

Beda dengan MotoGP di Qatar yang penuh perlawanan pembalap dan gempar di media, sampai membuat resolusi yang diteken 19 dari 22 pembalap regular, pengumuman FIA dan F1 berlangsung adem. Max Verstappen (Red Bull) dan Carlos Sainz (Williams) yang tadinya mempersoalkan masalah keamanan, belakangan mulai melunak.

Tidak diketahui apa yang membuat mereka  berubah. Karena kesadaran sendiri atau karena tekanan FIA dan F1. Pasalnya, seiring dengan pengumuman tersebut, kedua lembaga tinggi F1 itu juga mengimbau tim dan pembalap F1 agar tidak berisik di media yang mempersoalkan berbagai masalah seperti di MotoGP. 

Faktanya sejauh ini tak ada gejolak di F1. Tak ada tim yang menyatakan mundur seperti Yamaha ke GP Qatar.

Saat di GP AS dua pekan lalu Carlos Sainz sudah melontarkan kekhawatirannya terbang ke Qatar dan Abu Dhabi.

"Terlalu dini untuk mengatakan aman ke sana," katanya, dan jelang GP Brasil pekan ini ia mempercayakan masalah itu kepada FIA dan F1 karena merekalah yang paling tahu situasi yang akan dihadapi.

Verstappen sama saja.

"Saya pikir apa yang terjadi di MotoGP tidak akan sama dengan F1. Sejauh ini saya lihat tak banyak pembicaraan antar pembalap seperti di MotoGP," katanya.

Ia sendiri secara pribadi belum menentukan sikap meski faktor keamanan adalah hal utama yang jadi prioritas. Untungnya menurut juara dunia F1 4 kali itu, jadwal F1 di dua negara Timur Tengah itu berlangsung masih beberapa pekan setelah MotoGP Qatar. Sehingga ada parameter pasti menjadi dasar pertimbangan.

"Semuanya bergantung pada jaminan keselamatan dan bagaimana perkembangan dalam beberapa hari atau pekan ke depan."

"Saat ini bisa saya katakan siap dan happy ke sana. Tapi, tak ada yang tahu bagaimana situasinya minggu depan, bagaimana stabilitas keamanan di sana," kata Verstappen.

Dukungan untuk menggelar seri Qatar dan Abu Dhabi juga datang dari Toto Wolff selaku prinsipal tim Mercedes. Langkah yang diambil Presiden FIa Mohemmed Ben Sulayem dan CEO F1 Stefano Domenicali,  menurut Wolff sudah tepat, termasuk larangan kepada tim dan pembalap berisik di media seperti di MotoGP. Ia pun menyindir pembalap MotoGP yang menolak balapan dan berkoar di media sebagai orang yang tidak paham geopolitik.

"Mohammed dan Stefano telah menjelaskan berbagai hal dengan detil. Mereka juga berkomunikasi dengan pemerintah. Seharusnya ini yang jadi pegangan," tegas Wolff yang baru saja sukses mengantar Kimi Antonelli menjadi juara dunia F1 2026 sekaligus jadi pembalap termuda juara F1  sepanjang sejarah.

Ia sepenuhnya percaya kepada FIA dan F1. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka kedua pihak itu jugalah yang akan mengambil keputusan yang diyakini Wolff berpatokan dan prioritas pada perlindungan kepada rombongan F1.

Di tubuh timnya, Wolff menyebut belum ada satu pun yang keberatan ke Qatar dan Abu Dhabi. Tapi, jika ada, maka ia takkan melarang karena hal itu adalah hak setiap orang. (*)