MotoGP 2026 Qatar: Start Front Row, Marc Marquez Bisa Atur Permainan

Sabtu, 07/11/2026 20:27 WIB | Rulin purba
Marc Marquez (Spanyol/Ducati). (Foto: ducati)
Marc Marquez (Spanyol/Ducati). (Foto: ducati)

mobilinanews (Qatar) - Formasi start untuk sprint race malam ini pukul 23.00 WIB dan main race Minggu (8/11) besok berikan keuntungan taktis untuk Marc Marquez. Peluang mengunci gelar di Qatar tetap terbuka.

Pembalap Ducati itu gagal meraih pole position pada sesi kualifikasi. Pole sitter jatuh kepada Marco Bezzecchi (Aprilia) dan P3 milik Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati).

Pesaing Marquez di kejuaraan dunia, Jorge Martin, berada di posisi start ke-11. Bukan karena motornya lemah atau kondisi fisiknya kembali menurun, tetapi karena sial semata. Martin gagal memperbaiki waktu pada kesempatan lap terakhirnya karena terganggu oleh Pedro Acosta (KTM).

Belum diketahui apakah Acosta akan terkena penalti atau tidak. Kalau kena maka posisi start Martin naik ke P10.

Formasi itu tentu menguntungkan posisi Marquez. Bezzecchi bukan ancaman serius untuk perebutan gelar. Karena itu Marquez tak perlu ambil resiko dengan permainan keras selepas start.

Paling aman adalah membiarkan Bezzecchi melejit di depan dan Marquez cukup menempel ketat di belakangnya, sekaligus untuk merawat daya tahan ban. Sekaligus juga mengamati kelemahan lawan dan menentukan di area mana dan dengan cara bagaimana ia bisa menyalip. 

Marquez tidak mengatakan hal itu tetapi belajar dari penampilannya tahun ini, ia bukan lagi Marquez beberapa tahun silam yang super agresif dan selalu ingin secepatnya di depan. Ia kini semakin dewasa dan pintar menghindari resiko dan membaca arah permainan.

"Kecepatan Bezzecchi luar biasa. Tapi, saya akan coba keluarkan yang terbaik yang bisa saya lakukan," ucap Marquez lewat interview MotoGP di parc ferme.

Kalaupun pada sprint nanti Marquez hanya runner-up di belakang Bezzecchi, Marquez hanya kehilangan 3 poin dan posisi Bezzecchi tetap tak potensial dalam perebutan gelar dunia. Dan, masih ada main race yang mendistribusikan lebih banyak poin dan bisa jadi di situlah MM93 perlu bermain lebih garang.

Hal sama berlaku untuk Martin. Marquez tinggal tunggu berapa poin yang bisa dipetik lawannya pada saat sprint. Dari situ Marquez bisa menentukan langkah selanjutnya bagaimana atur permainan di main race.

Bezzecchi perlu mengalahkan Marquez dengan selisih 8 poin agar kejuaraan dunia tak terhenti di Qatar. Sementara Marquez perlu dapat 30 poin dari Martin untuk menyegel gelar dì Qatar.

Jika sabar, Marquez hanya akan menyalip Bezzecchi jelang sesi sprint berakhir, itu pun dengan catatan kalau ia melihat peluang dan aman dilakukan.

Pendekatan sama mungkin juga dilakukan saat main race. Di sini jika perlu maka MM93 akan keluarkan tipikal sejatinya, agresif sembari menanti Martin berhasil finish di urutan keberapa. (*)