Waspada Oli Palsu! PT Pertamina Lubricants Ungkap Ciri Fisik dan Cara Cek Oli Asli

Sabtu, 07/11/2026 23:52 WIB | bagas
Deretan Oli ASLI Pertamina Enduro (Foto: Mobilinanews/Bgs)
Deretan Oli ASLI Pertamina Enduro (Foto: Mobilinanews/Bgs)

Mobilinanews (Jakarta) - Temuan kasus pemalsuan oli mesin baru-baru ini menjadi peringatan keras bagi publik untuk lebih waspada. Produk tiruan yang sangat mirip kemasan aslinya kerap mengecoh pembeli padahal kualitas di dalamnya tidak terjamin.

Menggiurkannya harga murah seringkali memicu masyarakat terjebak memborong pelumas tak berstandar resmi. Dampak buruknya tidak main-main karena dapat merusak sistem mekanis serta menguras kantong untuk perbaikan.

Pihak produsen terus mendorong tindakan tegas guna memberantas peredaran barang buatan oknum tidak bertanggung jawab. Langkah hukum amat krusial untuk menjamin keaslian barang di pasaran sekaligus melindungi pembeli.

"Perlu pengungkapan kasus seperti ini sebagai langkah penting melindungi konsumen," ujar Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi dalam keterangannya kepada Mobilinanews.com, Sabtu (7/11/2026).

“Peredaran produk palsu bukan hanya merugikan konsumen dan pemilik merek, tetapi juga dapat menimbulkan risiko bagi kendaraan,” tegas Rika yang juga menjelaskan bahwa risiko keausan akan meningkat tajam bila cairan pelumas tidak sesuai spesifikasi.

Bahaya Kerusakan Komponen Akibat Formulasi Oli Yang Berbeda

Fungsi utama pelumas adalah meredam gesekan antar komponen serta menjaga kestabilan suhu kerja mesin. Produk palsu tidak mengusung aditif standar sehingga gagal menjalankan fungsi perlindungan vital tersebut.

Dampak penggunaan oli tidak jelas ini memicu terbentuknya endapan lumpur kotor di dalam ruang bakar. Akibatnya mesin bekerja jauh lebih panas dari batas normal hingga memicu kemacetan komponen secara mendadak.

Kerusakan bertahap ini lambat laun menurunkan daya dorong kendaraan serta memicu keausan permanen. Pemilik kendaraan akhirnya harus menanggung biaya turun mesin yang amat mahal hanya karena tergiur oli murah.

Kondisi fisik cairan oli palsu pun kini amat sulit dibedakan hanya dengan sapuan mata atau indra pencium. Warna cerah maupun tingkat kekentalan cairan tidak lagi bisa menjadi jaminan mutlak keaslian suatu produk.

Pengujian laboratorium komprehensif sebenarnya dibutuhkan untuk membedakan formulasi asli dan tiruan. Konsumen dituntut ekstra teliti memeriksa kemasan serta memilih tempat pembelian yang terbukti bereputasi.

Langkah Cermat Deteksi Keaslian Kemasan Dan Pemilihan Kanal Resmi

Produsen pelumas ternama telah melengkapi kemasan botol dengan fitur pengaman berlapis yang canggih. Salah satunya teknologi botol tiga lapis dengan perbedaan warna jelas antara bagian dalam dan bagian luar.

Kesesuaian nomor simetris pada area tutup serta badan botol juga menjadi penanda keaslian barang. Garis cetakan nomor batch harus sejajar sempurna dan tidak boleh terlihat samar ataupun mudah terkelupas.

Kehadiran stiker hologram khusus yang memancarkan efek visual saat dimiringkan turut menjadi benteng awal. Bila hologram terlihat mati atau kusam tanpa efek perpindahan cahaya konsumen wajib curiga seketika.

Kode unik anti-pemalsuan pada label juga bisa dipindai ponsel untuk memeriksa riwayat riil produk. Pemindaian akan menampilkan informasi nama tipe barang serta kecocokan data nomor batch secara transparan.

Apabila informasi pada layar tidak cocok atau kode QR terpantau dipakai berulang konsumen harus waspada. Disparitas harga yang terlampau miring dari pasaran normal juga menjadi petunjuk kuat barang berbahaya.

Masyarakat sangat disarankan membeli pelumas di tempat resmi seperti SPBU atau bengkel mitra terpercaya. Pembelian lewat gerbang resmi serta pelaporan via layanan aduan akan memutus mata rantai oli palsu.