MotoGP 2026 Qatar: Marco Bezzecchi Juara, Jorge Martin Punya Waktu 2 Minggu Untuk Persiapan Fight Keras Melawan Marc Marquez

Senin, 09/11/2026 01:17 WIB | Rulin purba
Marco Bezzecchi (Aprilia) masih punya misi khusus mengganjal Marc Marquez (Foto: michelin)
Marco Bezzecchi (Aprilia) masih punya misi khusus mengganjal Marc Marquez (Foto: michelin)

mobilinanews (Qatar) - Aprilia sukses menghadang Marc Marquez mengunci gelar 2026 di GP Qatar, Minggu (8/11). Kini Jorge Martin punya waktu istirahat 2 Minggu agar bisa menghadang Marquez lagi di GP Portugal.

Marco Bezzecchi yang 'ditendang' Marquez pada sesi sprint race tampil dominan pada main race. Terdepan sejak garis start.

Marquez tampak sekali tak ingin ambil resiko fight melawannya karena usai tabrakan pada sprint kemarin praktis peluang Bezzecchi sudah habis dalam perburuan gelar.

Hal itu diakui Marquez seusai balapan dan lebih banyak bermain di P3 di belakang Bezzecchi dan Raul Fernandez (TrackHouse Aprilia).

"Sepanjang pekan ini kecepatan Bezzecchi sulit dilawan. Saya hanya menunggu kesempatan menyalip Raul untuk dapatkan ekstra poin," katanya dan kemudian memang sukses menggantikan Fernandez di posisi finish P2.

Di bagian lain, pembalap Aprilia lainnya, Jorge Martin berhasil finish P7 sekaligus membatalkan selebrasi gelar Marquez. Kini Marquez semakin kuat di klasemen dengan keunggulan 60 poin atas Martin dan 74 poin atas Bezzecchi.  

Artinya, Marquez hanya membutuhkan 14 poin di Portugal pada 22 November mendatang untuk meraih trofi grand prix untuk kesepuluh kalinya. Delapan diantaranya gelar MotoGP  dan angka-angka ini melewati rekor milik legenda Italia Valenino Rossi.

Tinggal dua seri balap di Portugal dan Valencia. Tentu saja Marquez akan berjuang untuk meraih kemenangan di Portugal, tetapi ia sadar mengalahkan Martin 14 poin bukan hal mudah.

"Martin sama sekaki tak bisa diabaikan. Semangat bertarungnya luar biasa dan itulah pain killer paling ampuh. Dalam kondisi cedera saja ia masih bisa beri perlawanan hebat," katanya.

"Karena itu saya tak ingin bicarakan gelar meski betul peluang kami sangat terbuka. Tak ada yang tahu apa yang terjadi di Portugal nanti."

"Apa saja bisa terjadi. Contohnya baru terjadi pada Pecco (Francesco Bagnaia). Di sini kecepatannya sangat kompetitif, tetapi ia gagal dapat poin di sprint bukan ksrena kesalahannya tapi karena pembalap lain. Hal semacam itu bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja," tandasnya.

Ya, kasus Bagnaia memang drama tersendiri. Baru sekali ini ia puas dengan performa Desmosedici GP26-nya yang sepanjang tahun bermasalah. Saking senangnya ia bilang kini kembali merasa pembalap tim pabrikan. Sayang, kebahagiaan itu hancur total ketika motornya diseruduk Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) dari belakang . Bukan hanya gagal finish, Pecco pun harus menginap disebuahbrumah sakit Doha, ibukota Qatar.

Di pihak Martin, genderang perang tetap ditabuh. Ia dan tim medisnya kini punya 2 Minggu masa istirahat menuju seri Portugal. Diperkirakan dan diharapkan dalam masa itu cedera patah tulang pada pergelangan tangan kanannya sudah pulih 100%.

"Saya tak akan menyerah sampai benar-benar tak lagi berdaya. Saya tak lagi bertarung untuk diri sendiri tetapi untuk tim dan para pendukung setia kami," jelas juara dunia MotoGP 2024 itu yang musim depan pindah ke tim pabrikan Yamaha.

Atmosfer perang Aprilia dan Ducati, sesama pabrikan Italia yang bertarung dalam pasar lokal maupun global, masih melibatkan Bezzecchi. Ia akan membantu Martin sebisanya jika punya kesempatan 'mengganjal' Marquez. 

Anak didik Rossi itu tetap berkewajiban untuk menyusahkan Marquez dengan beberapa tujuan. Pertama adalah membantu Martin tetap punya kesempatan tarung hingga seri terakhir, yang kedua adalah membawa Aprilia menjadi juara dunia kknstruktur tahun ini dengan mengalahkan Ducati, dan yang ketiga adalah mempertahankan posisi 3 klasemen kejuaraan hingga akhir musim.

Saat ini rivalitas Ducati dan Aprilia terbilang sengit di kejuaraan dunia konstruktor. Masing-masing dengan koleksi poin 569 dan 561.

Pada sektor kejuaraan tim, pasangan Bezzecchi dan Martin sudah solid memimpin dengan  perolehan 728. Melawan Ducati pasangan Marquez-Bagnaia dengan angka 604 di peringkat kedua. Tinggal merawatnya agar tak terkejar dalam  dua race terakhir. (r)