mobilinanews (Qatar) - Jorge Martin (Aprilia) menangis di akhir laga sprint race GP Qatar, Sabtu (11) tengah malam WIB. Krunya juga tertunduk sedih di garasi Aprilia. Bisa jadi penggemar MotoGP juga merasakan kesedihan yang sama.
Start dari urutan 11, Martinator berjuang menyalip satu per satu pembalap di depannya. Usaha keras itu membawanya ke urutan kedua di belakang Marc Marquez yang jadi pemimpin balapan setelah crash dengan Marco Bezzecchi di lap ketiga
Martin yang bertarung dengan pergelangan tangan masih cedera, terus berada di P2 meski pembalap VR46 Ducati Fabio Di Giannantonio menempelnya dengan ketat.
Pada lap terakhir sepertinya Martin dan motornya sudah terlalu lelah dan tiba-tiba disalip Giannantio. Hanya belasan meter dari garis finish. Sembilan poin yang sudah hampir dipenggal pun hilang. Hanya dapat 7 poin dari posisi podium ketiga.
Sedih karena ia tak bisa pertahankan posisi P2. Pasalnya, jika ia finish P2 dengan imbalan 9 poin maka saatbitu juga targetnya dan target Aprilia sudah tercapai, yakni membatalkan niat Marquez dan Ducati mengunci gelar di Qatar ksrena ia hanya buruh 8 poin untuk mewujudkannya.
Kalah lima poin di sini membuat selisih angka Marquez dengan Martin melonjak dari 44 menjadi 49.
Minggu (8/11) ini pada main race, kalaupun Marquez juara maka gelar belum terkunci asalkan Martin finish di zona poin atau 15 Besar. Dapat 1 poin saja membuat perburuan gelar Marquez harus berlanjut ke GP Portugal. Meski demikian, target yang tadinya sudah dalam genggaman tiba-tiba hilang jelang garis finish tentulah disayangkan.
Sebelumnya drama lain dialami rekan setim Martin di Aprilia, Marco Bezzecchi, yangvstart sebagai pole sutter dan juga bersemangat untuk menunda gelar Marquez di Qatar. Selepas start ia langsung gaspol di depan, dikuntit Marquez yang tampak seperti tak ingin langsung fight dengan Bezzecchi.
Kondisi itu hanya berlangsung tiga laps karena balapan dihentikan untuk mengevaluasi Francesco Bagnaia yang kecelakaan keras.
Saat start ulang, Marquez ubah strategi. Langsung menyerang dan ungguli Bezzecchi di area tikungan pertama. Tak lama, laju Marquez melebar di sebuah tikungan dan Bezzecchi seketika mengambil kesempatan ke posisi terdepan.
Sial, saat kembali ke racing line, motor Marquez berbenturan dengan milik Bezzecchi. Motor Bezzecchi terlempar ke luar lintasan sementara Marquez bisa mengontrol.motornya dan melaju ke garis finish tanpa hambatan.
Stewards menilai insiden itu sesuatu yang wajar dalam balapan. Tak ada penalti buat Marquez seperti diharapkan Aprilia.
Martin masih punya peluang menjadi juara dunia tahun ini secara hitungan matematika poin. Tapi, ia dan Aprilia sadar misi berebut gelar hampir benar-benar tak mudah. Yang masih bisa menjadi target penting adalah merusak usaha Marquez merebut gelar tahun ini di Qatar. Kesempatannya pada raceday malam nanti asalkan finih di 15 Besar. (*)