mobilinanews (Argentina) - Reli Dakar memang menarik minat para pabrikan ternama untuk menguji ketangguhan mobil mereka agar menarik konsumen untuk membelinya.
Pabrikan asal Jepang merupakan peserta yang banyak mengikuti reli paling berbahaya di dunia ini. Sepeninggal Mitsubishi yang mundur di 2009, memang hampir tidak melihat pabrikan Jepang menjuarai reli Dakar.
Namun ada secercah harapan dari salah satu pabrikan Jepang lain yang ikut serta dalam reli yang dilangsungkan selepas perayaaan tahun baru ini.
Benar, pabrikan itu adalah Toyota. Menggunakan Toyota Hilux, pabrikan ini akan siap menjuarai reli Dakar 2016.
Sejak 2012 silam, Toyota selalu bercokol di posisi podium. Di mana pencapaian terbesarnya adalah di tahun 2013 dan 2015 lalu, yang mana mereka meraih posisi kedua kategori mobil. Dan pencapaian terburuknya adalah musim 2014 yang hanya bercokol di posisi keempat saja.
Semua terjadi berkat pereli asal Afrika Selatan bernama Giniel de Viliers. Pebalap ini yang sering mengikuti Dakar sejak 2003 dan meraih kemenangan di 2009 bersama Volkswagen Touareg.
Pada 2012, Giniel berpindah ke Toyota dan membawa kebangkitan menjadi kuda hitam yang selalu podium di belakang pasukan juara yaitu Mini.
Sementara itu, saat ini berita terbaru di lintasan Dakar mengatakan SS2 Villa Carlos Paz-Temas Rio Hondo menyebutkan jaraknya dimodikasi bagi motor hanya 356 km dan mobil/truk hanya 386 km.
Lintasan yang akan digunakan merupakan lintasan cepat yang melalui perbukitan dan akan melewati sungai. Ini sangat menghibur bagi penonton yang suka cipratan air karena SS ini pernah dipakai untuk WRC.
Akankah Toyota bisa juara berjaya, kita nantikan pada 16 Januari nanti di Rosario, Argentina untuk hasil akhirnya. (Teks Berto Pramadya)