Ulang Tahun Ayrton Senna Ke-56 Masih Dirayakan Para Fansnya

Senin, 21/03/2016 23:34 WIB |

mobilinanews (London) - Hari ini Senin (21/3), juara Formula One (F1) tiga kali (1988, 1990, 1991), Ayrton Senna da Silva berulang tahun ke-56.

Meski sudah tiada karena wafat dalam peristiwa naas di Tamburello Corner, San Marino GP, 1 Mei 1994, kelahiran driver asal Brasil ini tetap diperingati para fansnya.  

Beberapa buktinya, bisa disimak dari lini masa akun twitter milik Formula One World. Juga beraneka kicauan yang menggunakan tagar #SennaSempre (artinya Forever Senna). Di sini, para pencinta driver yang menjadi ikon nasional Brasil ini berbagi potret, ucapan, ungkapan, sampai perasaan akan hari lahir Senna.

Sementara @ayrtonsenna yang merupakan akun official Ayrton Senna da Silva memperingati hari kelahirannya dengan membagikan 365 momentum Sang Maestro. Sehingga setiap hari para penggemar bisa mendapatkan sesuatu tentangnya. Mulai kliping surat kabar sampai potret bersejarah.  "Kado" unik bagi fans ini diberi tagar #SennaDay.  

Ayrton yang lahir di Santana, Sao Paulo, adalah putra tengah dari tiga bersaudara, anak dari pasangan Neide Senna dan Milton da Silva. Kakak perempuannya adalah Viviane Senna Lalli serta adiknya bernama Leonardo Senna.

Sementara keponakannya yang terjun di dunia balap adalah Bruno Senna Lalli. Saat ini Bruno berlaga di Formula E bersama Mahindra Racing, serta FIA World Endurance Championship dengan team Aston Martin.

Di segmen penutup film dokumenter "Senna" (2010), dalam sesi tanya jawab usai Australian GP 1993, Ayrton Senna mengungkapkan bahwa lawan yang ia segani adalah Terry Fullerton, juara World Karting Championship 1973. Yang menjadi mitra satu team sekaligus kompetitor di pentas karting dunia.

Sebuah jawaban unik, karena orang memperkirakan ia akan menyebutkan nama seteru terbesarnya di F1, yang pernah menjadi rekan satu team, Alain Prost.

"Berkompetisi secara murni, tanpa melibatkan unsur politik dan uang, membuat saya bahagia dan menyimpannya sebagai kenangan indah," begitu penjelasan driver yang dijuluki sebagai The Rain Master ini--sebuah gelar yang di generasi F1 berikutnya disandang oleh Michael Schumacher.

(Ukirsari, kontributor mobilinanews di London)