mobilinanews (Jakarta) – Kasus penangkapan Gatot Brajamusti atau yang kerap dipanggil aa’Gatot karena terlibat penyalahgunaan Narkoba (narkotika dan barang terlarang) mengingatkan saya yang kebetulan pernah meliput profil sang guru padepokan Brajamusti.
Pria yang tertangkap tangan memiliki sejumlah narkoba jenis amphetamine ini pernah memiliki sebuah bus yang telah dimodifikasi total bagian interiornya layaknya sebuah lounge berjalan. Bus yang kini turut disita bersama sebuah villa di bilangan Bandung tertata apik dengan balutan pelapis jok sintetis yang cukup ternama.
Masih teringat jelas saat memasuki bus yang dicat hitam dengan tulisan Brajamusti. Masuk kedalam kabin bus pada sisi bagian kanan bus yang seharusnya lowong dan memanjang tertutup sekat seperti terdapat sebuah ruangan di baliknya, hanya menyisakan lorong jalan pada bagian belakang kursi pengemudi. Lorong yang terbilang sempit itu ternyata terhubungkan dengan sebuah ruangan mewah layaknya sebuah lounge VIP.
Kesan mewah dengan kombinasi karpet serta sofa cantik berukuran rendah lengkap dengan seperangkat sound system di tiap sudut ruangan dengan TV flat yang menempel di dinding, menjadi sebuah cerminan Aa’Gatot memiliki selera yang cukup baik tentang tata modifikasi interior bus.
Menariknya lagi, di sisi kanan lorong sempit di dalam bus, ternyata terdapat satu ruangan khusus. Saat diajak masuk kedalam ruangan tersebut bersama pria yang rumornya telah menikah sirih dengan Reza Artamevia ini, tak lain adalah ruang studio musik.

Dijelaskan oleh Gatot, ruang studio tersebut merupakan sarana pelapasan hobinya sebagai seorang DJ (Disk Jockey). Seperangkat alat lengkap seperti yang umumnya digunakan DJ di diskotik terdapat didalamnya, plus audio system lengkap.
“Saya memodifikasi bus ini sebagai sarana melakukan dakwah. Sering kali saya bersama rekan padepokan melakukan tausiah dan melakukan pengajian di dalam bus ini. Jika terasa lelah kami bisa langsung karokean karena alatnya lengkap. Dakwah kan bisa dilakukan dengan banyak cara,” ujarnya kepada saya yang saat itu (2012) masih bekerja sebagai produser sebuah program TV Otomotif.
Meskipun cukup menarik karya modifikasi bus milik Brajamusti, namun penjelasan fungsi bus terasa sangat ganjil, mengingat seting interior lebih tepat dikatakan sebagai diskotik berjalan dibandingkan sebagai sarana dakwah.
Terlepas dari kasus yang saat ini menimpa Brajamusti, ternyata pria yang mengaku berada dalam kandungan ibunya selama 1 tahun ini, memiliki selera yang cukup baik dalam hal modifikasi.