Walau Jari Tangan Masih Patah, Gerry Salim Berhasil Naik Podium di Seri 4 Kejurnas IRS 2016

Senin, 10/10/2016 13:36 WIB |
Gerry Salim saat bertarung di seri 4 Kejurnas IRS 2016 dalam keadaan jari tangan patah
Gerry Salim saat bertarung di seri 4 Kejurnas IRS 2016 dalam keadaan jari tangan patah

motorinanews (Sentul) - Setelah meraih podium 2 dan 3 di Sentul International Circuit, Jawa Barat (8-9/10) pada seri ke 4 Indospeed Racing Series 2016 kelas Supersports 600cc, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Gerry Salim mendekati gelar juara nasional.

Ini merupakan perjuangan Gerry yang tidak mudah dimana dirinya baru saja menghadapi balapan di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2016, India pekan lalu. Itu belum seberapa, karena pebalap asal Surabaya ini juga menghadapi kerasnya pertarungan IRS di Sentul dalam keadaan jari tangan yang patah.

Jelas bagi Gerry ini adalah pengalaman yang hebat. “Saya bersyukur atas hasil balap pekan ini. Meskipun cidera tangan saya belum pulih, namun saya berusaha kuat untuk memberikan yang terbaik. Pada balap kedua, saya sempat high-side dan tangan semakin sakit karena harus menahan motor, namun saya bersyukur tidak sampai jatuh serta bertahan sampai finish di posisi ketiga," katanya.

Keberhasilan Gerry juga tidak luput dari bantuan dari para mekanik AHRT yang telah berusaha melakukan beberapa penyesuaian terhadap motor tunggangannya untuk memberikan kenyamanan saat balap.

"Saya juga berterima kasih untuk mekanik yang telah bekerja keras atas hasil ini. Poin hari ini mampu melebarkan jarak saya dengan pebalap posisi kedua di klasemen sementara. Saya yakin di seri pamungkas dapat meraih juara dan menjadi Champion,” Ujar Gerry Salim.

Hingga seri 4 usai, Gerry tidak pernah sekalipun absen naik podium dalam ajang IRS 2016 berhasil mencatatkan tambahan poin 36 dalam seri ke-4 tersebut. Kini Gerry Salim sudah mengoleksi 181 poin dan semakin jauh meninggalkan pesaing terdekatnya dengan jarak 46 poin. Dengan demikian, Gerry Salim hanya butuh 5 poin untuk keluar sebagai penguasa klasemen akhir di satu seri terakhir nanti. (Zhein)