Komunitas BUKAGA Antar Bantuan ke Desa Terisolir di Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat

Sabtu, 11/03/2017 00:01 WIB
redaksi


Komunitas otomotif membantu korban banjir dengan siapkan kendaraan evakuasi dan lain-lain. (Foto : ist)
Komunitas otomotif membantu korban banjir dengan siapkan kendaraan evakuasi dan lain-lain. (Foto : ist)

mobilinanews (Payakumbuh) - Bencana banjir dan longsor yang menimpa Kecamatan Pangkalan Koto Baru di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat kali ini cukup parah. Setidaknya 24 desa kena dampaknya. Bahkan dua desa terisolir yakni Koto Tangah dan Galugua.

Banjir di Sumatera Barat terjadi karena hujan deras mengguyur kawasan Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis hingga Jumat (2-3/3) lalu. Akibatnya Sungai Sumpur meluap. Sebanyak 8 kecamatan dan 24 nagari (desa) terdampak langsung oleh banjir dan longsor.

Jalan raya lintas sumatera yang menghubungkan Sumbar dan Riau terputus pada beberapa titik. Praktis transportasi darat antara dua provinsi ini terhenti.

Kondisi ini mengundang prihatin bagai pihak, termasuk komunitas otomotif yang ada di Sumbar, baik roda dua, maupun roda empat. Seperti anggota BUKAGA, singkatan Bukittinggi - Agam Trail Adventure langsung tergerak hatinya dan berangkat menuju lokasi bencana.

"Kami langsung ke lokasi Nagari Galugua yang terisolir. Berusaha untuk menaklukkan medan yang sangat ekstrem. Namun setelah dicoba, terlalu beresiko. Kami hanya sampai pada posko untuk ketemu Wali Nagari," beber Ef Khansa, perwakilan Bukaga.

Wali Nagari Galugua, Syakban menerima bantuan dari Bukaga untuk disalurkan kepada masyarakat di 3 jorong dengan jumlah penduduk sekitar 650 Kepala Keluarga.

Desa Galugua berjarak sekitar 70 km dari Simpang Kapur IX di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. "Harapan kami semoga Pemerintah Daerah segera memperbaiki infrastruktur jalan di daerah tersebut," harap Ef Khanza. (BangVe)

Tag

Terpopuler

Terkini