mobilinanews (AS) – Apa saja bisa terjadi di balapan MotoGP, sama sekali diluar prediksi. Contoh terakhir di GP Austin. Siapa yang duga Valentino Rossi bisa mengambil alih klasemen dari tangan Maverick Vinales?
“Jujur, saya sendiri terkaget-kaget berada di puncak hanya dalam tiga seri lomba,” kata The Doctor yang beraksi di podium Austin seolah dirinya yang menjadi juara, bukan Marc Marquez.
Rosssi mengaku masih kurang mampu mengeksplorasi kekuatan Yamaha YZR-M1 spek 2017 dibandingkan Vinales. Memang ada perbaikan dibandingkan saat tes pra musim. Di Austin ia sudah bisa mengimbangi sejak sesi kualifikasi.
“Tetap butuh waktu memahami karakter motor untuk tentukan setingan terbaik. Untungnya, motor selalu bagus saat balapan, saat ban digunakan dalam durasi panjang,” tambah Rossi yang selama ini memang dikenal lemah di single lap makanya jarang meraih pole position.
Mumpung tengah berada di puncak klasemen dengan selisih 6 poin dari Vinales dan 16 angka dari Marquez, Rossi ingin lupakan beragam kesulitan di awal kompetisi dan mulai babak baru sebagai pembalap yang tengah diburu. Caranya, antara lain dengan berupaya selalu tak jauh dari Vinales di garis start. Itu berarti harus benahi kinerja saat FP maupun kualifikasi.
Babak baru itu akan dimulai bulan depan saat kompetisi masuk trek-trek tradisional Eropa. Berapa ronde singgasana Il Dottore akan bertahan? (andro)